JAKARTA, INDONEWS – Ketua Umum DPP Barisan Relawan Jalan Perubahan (BaraJP), Willem Frans Ansanay geram melihat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terus menjadi korban perundungan politik brutal.
Hal tersebut disampaikan Willem di sela-sela kegiatan Rapat Pleno DPP BaraJP di Jakarta, Rabu (28/10) malam.
Menurut Willem, apa yang dialami Wapres Gibran hari ini sudah bukan kritik, tapi pembunuhan karakter yang terstruktur.
“Mas Wapres Gibran memang korban perundungan politik brutal yang terstruktur, sistematis dan tidak beretika. Tiap hari diserang isu ijazah palsu, pemakzulan, fitnah. Ini sudah bukan kritik demokrasi, ini pembunuhan karakter,” tegas Willem.
Willem menegaskan, sikap BaraJP sangat jelas dan tidak akan bergeser satu senti pun.
“BaraJP tegak lurus bersama Bapak Jokowi. Satu komando, kawal penuh Pemerintahan Prabowo-Gibran,” ujar Willem.
“Mas Wapres Gibran adalah putra terbaik Bapak Jokowi, adalah Wakil Presiden yang sah dipilih oleh 96 juta rakyat Indonesia. Menyerang Mas Gibran sama dengan menyerang Pak Jokowi dan menyerang pemerintahan yang sah,” lanjut Willem.
Lebih lanjut, Willem menginstruksikan seluruh kader BaraJP untuk menjadi tameng.
“Saya instruksikan kader BaraJP dari Sabang sampai Merauke untuk melawan balik narasi sesat pemakzulan itu. Kami akan kawal Mas Gibran di darat dan di udara. BaraJP tidak akan pernah tinggalkan Mas Gibran. Ini harga mati kesetiaan kami kepada Bapak Jokowi,” pungkas Willem. ***





























Comments