BIREUEN, INDONEWS — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan yang dirangkai dengan zikir, selawat, santunan anak yatim, serta makan bersama masyarakat tersebut menjadi momentum untuk memperkokoh nilai-nilai keislaman, meneladani akhlak Rasulullah SAW, dan mempererat tali silaturahmi antara civitas akademika dan masyarakat.
Acara berlangsung di halaman Kampus UNIKI, Gampong Blang Bladeh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Sabtu (24/10/2026), serta dihadiri, Ketua DPC PPP Bireuen, Edi Saputra (Edi Obama).
Kehadiran Ketua DPC PPP l Bireuen disambut hangat oleh Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., bersama unsur pimpinan universitas dan keluarga besar UNIKI.
Turut hadir, tokoh ulama, Wakil Bupati Bireuen, Ir. Razuardi, M.T., yang mewakili Bupati Bireuen, Ir. H. Mukhlis, S.T., yang sedang berada di luar daerah, Forkopimda serta unsur pimpinan kampus. mahasiswa, tokoh masyarakat, santri, dan warga setempat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum spiritual untuk kembali merenungi perjalanan hidup, perjuangan, dan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW.
Nilai-nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi pesan utama yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan zikir dan selawat bersama sebagai ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Suasana religius kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan kasih sayang terhadap mereka yang membutuhkan perhatian bersama.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kebersamaan tersebut menghadirkan suasana kekeluargaan, mempererat persaudaraan, serta menegaskan bahwa nilai-nilai Islam tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
Ketua Pembina Yayasan Kebangsaan, Dr. H. Amiruddin Idris, S.E., M.Si., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan agenda tahunan UNIKI yang memiliki makna lebih mendalam daripada sekadar seremoni keagamaan.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengingat kembali keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap tahun UNIKI melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai upaya meneladani sifat dan akhlak Rasulullah. Melalui peringatan ini, kita diingatkan kembali pada kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama,” ujarnya.
Amiruddin menegaskan bahwa keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi landasan dalam membangun karakter, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah hendaknya tidak berhenti pada lantunan selawat dan peringatan seremonial, tetapi tercermin dalam perilaku yang santun, sikap yang amanah, serta kepedulian nyata terhadap sesama.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UNIKI, Dr. Jalaluddin, S.H., M.M., menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tahun ini dikemas melalui sejumlah kegiatan yang melibatkan civitas akademika dan masyarakat.
“Rangkaian kegiatan diawali dengan zikir dan selawat, dilanjutkan dengan santunan anak yatim, serta makan bersama seluruh elemen masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Jalaluddin menambahkan, keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara UNIKI dan masyarakat di sekitarnya.
Melalui kegiatan ini, UNIKI berharap semangat Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terus hidup dalam keseharian, terutama dalam membentuk generasi muda yang berilmu, beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepekaan sosial. Perguruan tinggi, menurut semangat kegiatan tersebut, tidak hanya berperan sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai moral, memperkuat karakter, dan menebarkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Kehadiran unsur pemerintah daerah dan kepolisian dalam kegiatan keagamaan tersebut turut menjadi bagian dari jalinan silaturahmi lintas elemen masyarakat. Kebersamaan dalam suasana religius diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, kedamaian, dan kepedulian sosial di Kabupaten Bireuen.
Maulid Nabi mengajarkan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari kata-kata yang diucapkan, tetapi juga dari kebaikan yang dilakukan dan manfaat yang diberikan kepada sesama.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh melalui kegiatan keagamaan, sehingga kecintaan kepada Rasulullah SAW benar-benar menjelma menjadi akhlak mulia, persaudaraan yang kokoh, dan kepedulian yang membawa keberkahan bagi kehidupan bersama. (Hendra)





























Comments