NTB, INDONEWS — Ketua BaraJP Nusa Tenggara Barat (NTB), Amir Hamzah menegaskan bahwa upaya menjatuhkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui opini, spekulasi, dan manuver politik harus dilawan dengan sikap yang berpegang pada konstitusi.
Menurutnya, polemik tentang Wakil Presiden Gibran seharusnya ditempatkan secara proporsional.
“Kritik terhadap wapres adalah hak setiap warga negara. Namun, menyatakan seseorang ‘cacat konstitusi’ atau harus diganti sebelum adanya proses hukum dan keputusan yang berkekuatan hukum tetap bukanlah cara yang sehat dalam membangun demokrasi,” kata Amir, dalam keterangannya, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, jika memang terdapat persoalan hukum mengenai syarat pencalonan Gibran, biarkan lembaga hukum yang berwenang memutuskan. Jangan sampai opini politik mendahului putusan hukum.
“Lebih-lebih apabila pernyataan tersebut datang dari seorang pejabat pemerintah. Jabatan negara seharusnya menghadirkan ketenangan, kepastian, dan penghormatan terhadap konstitusi, bukan ikut memperbesar spekulasi mengenai pergantian Wakil Presiden,” ujar Amir.
Lebih jauh ia menyebutkan, Gibran adalah Wakil Presiden yang lahir dari proses Pemilu 2024 dan sedang menjalankan mandat konstitusional.
“Jika ada pihak yang menilai kinerjanya kurang, sampaikan kritik berdasarkan data dan evaluasi yang terukur. Bukan dengan membangun kesimpulan hukum sendiri,” ujarnya.
Ketua BaraJP NTB pun mengajak seluruh pihak untuk melawan cara-cara politik yang berupaya menjatuhkan Wapres Gibran melalui fitnah, provokasi, dan pembentukan opini tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kita boleh berbeda pandangan terhadap Gibran. Namun, jangan sampai karena perbedaan politik, kita mengabaikan prinsip dasar negara hukum. Hormati proses. Hormati konstitusi. Hormati putusan lembaga yang berwenang,” ungkapnya.
“Jika memang ada keputusan hukum yang menyatakan jabatan tersebut harus berakhir, kita semua wajib menghormatinya. Namun, sebelum keputusan itu ada, mari berhenti menjadikan pergantian Wakil Presiden sebagai sekadar wacana politik,” tambah Amir.
“Jangan ganti konstitusi dengan opini. Jangan jatuhkan pemimpin melalui manuver politik. Lawan. BaraJP Membara,” pungkasnya, penuh semangat. ***





























Comments