BOGOR, INDONEWS — Senior NU Bojonggede, Kabupaten Bogor Tengah mengamati harokah kepengurusan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor Jawa Barat.
“Kami termasuk senior di MWCNU Kecamatan Bojonggede. Setidaknya, pernah berhidmah di periode 2010-2015. Saat itu, aktif bergilir Ta’lim Syahriah keliling Ranting NU di 9 desa yang ada di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata KH. Faisal Ali Nurdin Lc., MA didampingi H. Agus Riadi.
Jika melihat fenomena yang ada di kepengurusan MWCNU Bojonggede, imbuhnya, suasana Ta’lim Syahriah keliling sudah memudar gerakannya.

“Sehingga, kami terpanggil untuk kembali menggelorakan kegiatan tersebut. Banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Bisa memperkokoh silaturahmi antar pengurus dengan jamaah yang ada di berbagai desa yang disambangi. Pembinaan teritorial dakwah terjaga. Senior siap kembali berhidmah,” tambah Kh Faisal dan kang Agus, saling menguatkan ketika keduanya berdiskusi di Pondok Pesantren Nurul Ilmi Bojonggede Kabupaten Bogor.
“Saya pernah menjadi Ketua KMNU sewaktu kuliah di Madinah Arab Saudi. Saat ini pun memegang ijazah PDPKPNU dan PMKNU,” tambah KH. Faisal, seraya menunjukkan ijazah Pengkaderan Dasar dan Menengah NU, kepada sahabatnya H. Agus Riadi.
“Saya juga punya ijazah PKPNU Muharrik Masjid dan Dakwah yang biasa dan yang TOT juga ijazah MKNU. Dan pernah menjadi Ketua Lembaga Ta’kmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kabupaten Bogor,” timpal H. Agus.
“Jadi boleh dong tandem. Rois Syuriah Kh. Faisal Ali Nurdin Lc, MA. Tanfidziyah H. Agus Riadi,” ucap sahabat yang tidak mau disebut namanya.
Keduanya punya jejaring unik yang tidak dimiliki calon yang lain. Bisa jadi harokah MWCNU rasa Internasional. Setidaknya, harokah MWCNU seimbang dengan harokah PCNU.
“Sayang jika punya PDPKPNU dan PMKNU tidak aktif di struktural NU. Meskipun, hanya berhidmah di tingkat kecamatan,” ujar sahabat alumni dari Kh. Faisal. ***





























Comments