SUMEDANG, INDONEWS |Sebanyak 350 mahasiswa Ma’soem University resmi menyandang status sebagai lulusan dalam Wisuda ke-28 Tahun 2026 yang digelar di Dome Al Ma’soem Jalan Raya Cipacing Jatinangor, Sabtu (12/9/2026).
Para wisudawan berasal dari empat fakultas, yakni Fakultas Komputer, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Pertanian.
Rektor Ma’soem University, Ir. H. Dadang Mohamad Ma’soem, MSCE., Ph.D., mengatakan wisuda bukan sekadar prosesi mengenakan toga dan menerima gelar akademik.
Menurut dia, momentum tersebut merupakan penanda berakhirnya satu fase perjuangan sekaligus awal memasuki perjalanan yang lebih panjang.
“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Wisuda justru merupakan awal dari pembelajaran yang sesungguhnya,” ujar Dadang dalam sambutannya.
Ia mengingatkan para lulusan bahwa dunia yang mereka masuki saat ini telah mengalami perubahan yang sangat cepat. Transformasi digital, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), otomatisasi, ekonomi kreatif, ekonomi digital, hingga perubahan pola kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi.
Menurutnya, ijazah, gelar akademik maupun indeks prestasi kumulatif (IPK) tinggi saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan tersebut.
“Saudara harus menjadi manusia pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar,” katanya.
Selain kompetensi akademik, Dadang menekankan pentingnya karakter, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kemampuan memecahkan masalah, literasi digital dan integritas. Ia berpesan agar para lulusan mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan.
“Gunakan teknologi untuk menghasilkan manfaat. Gunakan kecerdasan untuk menyelesaikan masalah. Gunakan ilmu untuk membantu masyarakat. Dan gunakan kesuksesan untuk memberikan kebermanfaatan kepada sesama,” ujarnya.
Dadang juga menegaskan bahwa Ma’soem University tidak hanya ingin menghasilkan lulusan yang pintar secara akademik. Kampus tersebut, kata dia, berkomitmen melahirkan manusia yang memiliki prinsip Cageur, Bageur, Pinter.
“Cageur dimaknai sebagai sehat jasmani dan mental, memiliki cara berpikir sehat serta tangguh menghadapi kehidupan. Bageur berarti memiliki akhlak dan perilaku baik, jujur, amanah, santun serta peduli kepada sesama. Sementara Pinter berarti memiliki ilmu pengetahuan, kompetensi, keterampilan, kreativitas dan inovasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong para lulusan memiliki semangat kewirausahaan. Perguruan tinggi, menurut Dadang, tidak cukup hanya menghasilkan pencari kerja atau job seeker, tetapi juga harus mampu melahirkan pencipta lapangan pekerjaan atau job creator.
Para lulusan, lanjutnya, bebas memilih jalan karier, baik sebagai karyawan, profesional, birokrat, akademisi, guru maupun peneliti. Namun, mereka juga didorong memiliki keberanian menjadi entrepreneur, inovator dan pencipta lapangan pekerjaan.
Dadang mengutip pesan almarhum Bapak H. Nanang Iskandar Ma’soem, salah seorang pendiri Yayasan Al Ma’soem. “Belum mendengar dan mengetahui ada yang berhasil tetapi tidak hormat pada ibu,” demikian pesan yang dikutip Dadang.
Ia kemudian berpesan agar para lulusan tidak pernah merasa lebih tinggi daripada orang tua, meskipun kelak memiliki jabatan, penghasilan maupun pendidikan yang tinggi.
Sembilan Wisudawan Raih IPK Tertinggi
Sementara itu, Wakil Rektor Ma’soem University, Dr. H. Tonton Taufik Rahman, ST., M.B.A., melaporkan bahwa seluruh peserta Wisuda ke-28 merupakan mahasiswa yang telah menyelesaikan program akademik dan dinyatakan lulus sidang tugas akhir.
Dari 350 wisudawan, kampus memberikan penghargaan kepada sembilan lulusan dengan capaian IPK tertinggi dari masing-masing program studi.
Mereka yakni Siti Nurjanah, A.Md., dari Komputerisasi Akuntansi dengan IPK 3,97; Nugraha Nurul Patah, S.Kom., dari Sistem Informasi dengan IPK 3,92; Syifa Fauziah Juliyanza, S.Bns., dari Bisnis Digital dengan IPK 3,92; Riska Herlina, S.E., dari Perbankan Syariah dengan IPK 3,97; serta Sinta Nurohmah, S.E., dari Manajemen Bisnis Syariah dengan IPK 3,97.
Selanjutnya, Aulia Asyifani Putri, S.Pd., dari Bimbingan dan Konseling dengan IPK 3,92; Sabila Agnia, S.Pd., dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,88; Rini Nurfitriani, S.TP., dari Teknologi Pangan dengan IPK 3,77; serta Mirna Rianti Setiawan, S.P., dari Agribisnis dengan IPK 3,88.
Kesembilan lulusan tersebut meraih predikat cumlaude.
Tonton Taufik Rahman juga mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen dari lulusan tahun ini telah bekerja sebelum mengikuti prosesi wisuda. (*/rls)





























Comments