0

Kadistanbun Bireuen Sambut Kunjungan Kerja Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo

BIREUEN, INDONEWSKepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi, S.E., M.M., menerima kunjungan kerja Letnan Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, selaku Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), di Kabupaten Bireuen, Kamis (20/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Ali Imran, selaku Komandan Resimen Induk Daerah Militer Iskandar Muda (Danrindam IM).

Rombongan kemudian bergerak menuju Desa Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, untuk meninjau secara langsung kondisi lahan persawahan yang terdampak bencana.

Kunjungan lapangan ini menjadi momentum penting untuk melihat secara nyata kondisi sektor pertanian sekaligus memahami berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tumpuan ketahanan pangan daerah.

Kadistanbun Bireuen, Mulyadi, turut mendampingi rombongan selama berada di lokasi. Ia menyampaikan gambaran kondisi lahan persawahan serta berbagai kendala yang dihadapi masyarakat akibat dampak bencana.

Menurut Mulyadi, perhatian dan sinergi dari berbagai pihak sangat diperlukan agar lahan pertanian yang terdampak dapat segera ditangani, dipulihkan, dan kembali produktif.

BACA JUGA :  Lewat TABIK PUN, Kapolres Lampura Kembali Sambangi Warga

Pemulihan lahan pertanian bukan semata-mata menyangkut keberlangsungan produksi, tetapi juga berkaitan erat dengan keberlanjutan kehidupan para petani dan ketahanan pangan masyarakat.

Kehadiran Pangkogabwilhan I bersama jajaran TNI di tengah masyarakat menjadi wujud kepedulian sekaligus bentuk nyata perhatian terhadap kondisi warga.

Kehadiran tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong serta membuka ruang koordinasi yang lebih luas dalam mendukung percepatan pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Bireuen.

Kunjungan ini juga diharapkan tidak berhenti pada peninjauan kondisi di lapangan, tetapi dapat menjadi langkah awal untuk merumuskan berbagai upaya penanganan dan dukungan yang dibutuhkan, sehingga lahan sawah yang terdampak bencana dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Suasana kunjungan berlangsung sederhana, hangat, dan penuh keakraban. Interaksi antara jajaran TNI, pemerintah daerah, perangkat terkait, dan masyarakat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya di sektor pertanian.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Sebab, ketika petani kembali mampu mengolah lahannya, maka bukan hanya sawah yang kembali produktif, tetapi juga harapan dan kehidupan masyarakat ikut tumbuh kembali.

BACA JUGA :  Sejumlah Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Polres Lampung Utara, Dispenda dan Jasa Raharja

“Bencana boleh menguji keteguhan, tetapi kebersamaan akan melahirkan kekuatan. Ketika pemerintah, TNI, dan masyarakat berjalan dalam satu langkah, lahan yang terdampak dapat dipulihkan, pertanian dapat bangkit, dan harapan petani kembali tumbuh.”

Pada akhirnya, perhatian terhadap petani adalah investasi bagi masa depan. Sawah bukan sekadar hamparan tanah, melainkan tempat tumbuhnya pangan, penghidupan, dan harapan bagi generasi mendatang. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.