0

BEKASI, INDONEWS — Dugaan aktivis penimbunan BBM subsidi jenis bio solar di jalan Raya Kranggan, RT 004, RW 009, Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dinilai dibiarkan oleh aparat penegak hukum.

Hal itu salah satunya terlihat ketika wartawan mengkonfirmasi Kapolsek dan Kanit Reskrim Jatisampurna, hingga berita ini ditayangka, keduanya masih bungkam.

Padahal sebelumnya, saat disampaikan informasi melalui pesan instan, kapolsek mengaku akan mengecek lokasi tersebut.

“Makasih infonya. Oke kami cek,” kata kapolsek, beberapa waktu lalu.

Namun hingga saat ini, tidak ada kejelasan atas tindak lanjut pengecekan tersebut.

Sebelumnya, G yang mengklaim sebagai pemilik usaha mengaku telah ditegur, padahal sejak dua minggu lalu di lokasi sedang tidak ada aktivitas.

“Saya ditegur bang, padahal kan sedang enggak ada kegiatan. Kita lagi off. Kita kan sudah jujur, ngapain saya bohong. Kalau sebelumnya buka, kita kan gak tahu, kita baru di sini,” katanya.

Menurut keterangan warga sekitar, beberapa kendaraan boks dan Mitsubishi Pajero warna hitam yang diduga telah dimodifikasi keluar masuk lokasi, sehingga digunakan untuk menampung solar bersubsidi dengan kapasitas banyak.

BACA JUGA :  RICH, Sekolah Perhotelan dan Kapal Pesiar yang Siap Buka Jalan Bekerja

“Kadang terlihat ada tengki transportir juga masuk lokasi itu. Kayaknya isi bahan bakar dari kempu ke tangki, tapi memang gak kelihatan dari luar karena lokasinya luas ke dalam dan tertutup. Jadi mereka bebas melakukan aktivitas,” ujar salah satu warga setempat, kepada awak media.

Warga berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku dari aparat penegak  hukum, terlebih saat ini menurutnya BBM subsidi sedang sulit. (Jaya)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bekasi