0

SUMEDANG,– Di hadapan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Tahun 2026 yang baru dilantik, Presiden RI, Prabowo Subianto menyampaikan pesan khusus tentang bangsa dan negara.

“Wajah negara di tangan pamong praja. Kalian harus hadir saat rakyat sulit dan menjadi pelita dikala gelap,” ucap Kepala Negara usai memimpin Upacara Pelantikan Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Lapangan Parade Abdi Praja IPDN Kampus Jatinangor.

Turut hadir mendampingi Presiden RI, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kepala Badan Intelijen Negara, Sekretaris Kabinet, Gubernur Provinsi Jabar dan jajaran pimpinan lainnya.

Sebelum resmi dilantik, angkatan pamong praja muda ini bahkan telah melewati ujian mental yang luar biasa. Mereka langsung diterjunkan selama satu bulan penuh di lokasi bencana alam di Aceh.

Di sana, sebelum menyandang status kedudukan resmi, mereka telah dituntut bertaruh tenaga membantu rakyat, menjadi pelita harapan, serta menjadi tonggak kepemimpinan di tengah situasi kritis masyarakat yang sedang berduka.

BACA JUGA :  Prabowo dan Megawati Berdiskusi, Bara JP Mengapresiasi

Presiden juga menegaskan bahwa para pamong praja baru ini merupakan wajah dan lambang negara.

“Di manapun kalian ditugaskan, rakyat akan menilai kehadiran, ketertiban, dan kepedulian negara berdasarkan keputusan-keputusan yang diambil kalian. Oleh karena itu, kalian wajib untuk membangun sinergi satu tim bersama TNI, Polri, Kejaksaan, Pemerintah Daerah, serta merangkul seluruh unsur masyarakat seperti ulama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dengan sikap yang rendah hati dan jauh dari kesombongan,” tuturnya.

Menurut presiden, angkatan pamong praja baru inilah yang disiapkan menjadi motor penggerak utama birokrasi, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan, sekaligus benteng yang akan menjaga keutuhan NKRI di masa depan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa para Pamong Praja Muda harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin terbaik yang mampu menggerakkan birokrasi pemerintahan dan memastikan setiap program pembangunan terlaksana secara efektif.

Kepala Negara menekankan bahwa keberhasilan berbagai gagasan, rencana, dan kebijakan pemerintah sangat bergantung pada implementasi yang baik di lapangan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kualitas pemerintahan dalam negeri. Ia juga menekankan bahwa birokrasi harus dijalankan secara profesional, disiplin, bersih dari korupsi, serta senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat.

BACA JUGA :  Aliansi Relawan Prabowo-Gibran-Jokowi Tegaskan Komitmen Menjaga Demokrasi Sehat dan Kebebasan Berekspresi

Presiden mengapresiasi dan turut bangga atas sepuluh lulusan terbaik IPDN tahun ini.

“Seleksi ketat IPDN terbukti berhasil melahirkan sistem yang adil dan transparan. Salah satu capaian yang paling membanggakan tahun ini adalah terpilihnya putra-putri terbaik bangsa berlatar belakang keluarga sederhana, termasuk anak seorang buruh harian yang berhasil lulus sebagai lulusan terbaik. Fenomena ini menjadi bukti nyata kekuatan Pancasila dan keadilan sosial, di mana setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin birokrasi masa depan tanpa melihat sekat kelas sosial,” paparnya.

presiden mengatakan bahwa masa depan Republik Indonesia kini berada di pundak para pamong praja ini.

“Dalam kurun waktu 25 tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tumbuh pesat menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Angkatan pamong praja baru inilah yang disiapkan menjadi motor penggerak utama birokrasi, penentu keberhasilan pembangunan di lapangan, sekaligus benteng yang akan menjaga keutuhan NKRI di masa depan,” tuturnya.

Lulusan terbaik pamong praja muda tahun ini diperoleh Aji Bayu Ramadhan, S.Tr.IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur dan berhak menerima penghargaan Kartika Astha Brata.

BACA JUGA :  Presiden Brazil Cicipi Pecel Kembang Khas Jawa

Sedangkan sembilan orang lainnya yang masuk menjadi 10 besar lulusan terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan Kartika Sapta Abdi Praja secara berurutan yakni Siti Ifadoh, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, Mohamad Toriq Anwar S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Tengah, Dwi Ajeng Ayu F.A, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur, Febyanti Rachman S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur.

Kemudian Dwimas Januari Setiawan, S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Nusa Tenggara Timur, Charina Anggie Simbolon S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Kepulauan Riau, I Kadek Bayu Swastika S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Bali, M. Ramdhan S.Tr. IP asal pendaftaran provinsi Jawa Barat dan Agung Mirah Prayoga S.Tr. IP asal pendaftaran Provinsi Jawa Timur. (bn)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Nasional