BIREUEN, INDONEWS — Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Geulanggang Gampong , Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cureeh Mandiri mulai mengembangkan sentra budidaya buah melon.
Program ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor pertanian produktif sekaligus menghidupkan kembali kawasan wisata Paya Santewan atau yang lebih dikenal sebagai Bukit Cinta.
Pada Jumat (10/7/2026), Ketua BUMDes Cureeh Mandiri, Hamli Sulaiman, yang akrab disapa Cekli mengatakan, pengembangan sentra buah melon tersebut diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui optimalisasi potensi lokal yang dimiliki Geulanggang Gampong.
Pembukaan lahan seluas sekitar 1,5 hektare di kawasan Paya Santewan dimulai sejak Kamis (9/7/2026).
Menariknya, Keuchik Geulanggang, Gampong Teuku Saifunna, turun langsung mengoperasikan ekskavator untuk membentuk kawasan yang dipersiapkan sebagai lokasi pengembangan budidaya melon tahap awal.
Lahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa petak berukuran 5×10 meter yang akan dimanfaatkan sebagai pusat budidaya buah melon.
Program ini diharapkan menjadi salah satu sentra produksi melon pertama yang dikelola BUMDes di Kabupaten Bireuen.
Keuchik Geulanggang Gampong, Teuku Saifunna, yang didampingi Ketua BUMDes Hamli Sulaiman menjelaskan, keterlibatan pemerintah Geulangang gampong merupakan bentuk komitmen untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan.
“Program ini bukan sekadar menanam melon. Kami ingin membangun usaha desa yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan BUMDes, sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Harapannya, manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat secara berkelanjutan, ujarnya.
Sementara itu, Hamli Sulaiman (Cekli) mengatakan, budidaya melon menjadi unit usaha baru yang melengkapi berbagai sektor produktif yang selama ini telah dikembangkan oleh BUMDes.
Menurutnya, selain memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan, buah melon juga memiliki manfaat kesehatan karena kaya akan vitamin C, kalium, serat, serta mengandung air hingga hampir 90 persen.
Kandungan tersebut bermanfaat untuk membantu menjaga hidrasi tubuh, kesehatan kulit, melancarkan pencernaan, serta mengandung antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata.
Selama ini, BUMDes Cureeh Mandiri juga telah mengelola kolam budidaya ikan air tawar seluas sekitar 2,5 hektare yang membudidayakan ikan gurami dan berbagai jenis ikan konsumsi lainnya. Unit usaha tersebut telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Gampong (PAD) sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Hamli menegaskan, diversifikasi usaha dilakukan agar perekonomian desa tidak bergantung pada satu sektor saja.
“Kami ingin membangun ekosistem usaha desa yang saling terintegrasi, mulai dari pertanian, perikanan hingga pariwisata. Dengan begitu, manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan mampu menciptakan kemandirian desa secara berkelanjutan,” katanya.
Selain sektor pertanian dan perikanan, BUMDes Cureeh Mandiri juga mengelola kawasan Wisata Paya Santewan atau Bukit Cinta. Sebelum terdampak bencana banjir hidrometeorologi, kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat dengan berbagai wahana, seperti flying fox, bebek dayung, pusat kuliner UMKM, serta berbagai fasilitas rekreasi keluarga.
Aktivitas wisata sempat terhenti setelah sejumlah fasilitas mengalami kerusakan akibat bencana. Namun, Pemerintah Geulangang Gampong bersama BUMDes memastikan proses pemulihan kawasan wisata akan dilakukan secara bertahap, seiring dengan pengembangan sentra buah melon yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung.
Hamli optimistis, sinergi antara sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata akan menjadi fondasi kuat dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang menghasilkan pangan yang cukup, tetapi juga tentang menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan potensi desa secara bijaksana. Ketika desa mampu mandiri, maka masa depan masyarakat akan tumbuh lebih kuat, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Hamli. (Hendra)





























Comments