BOGOR, INDONEWS – Proyek pembangunan jalan berupa hotmix di Kampung Pasir Ipis, RT 02/03, Desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor terus menuai sorotan.
Pasalnya, hasil pengerjaan jalan yang dilakukan pihak kontraktor tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain itu, ketebalan juga tidak sesuai papan informasi dan terindikasi terjadi mark up.
LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI), Agus Marpaung SH mengatakan, pembangunan tersebut jelas tidak sesuai papan kegiatan dan dikerjakan asal-asalan. Hal itu menurutnya terlihat juga dari hasil pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.
“Seperti volume tinggi, itu tidak akan sama. Kebanyakan pasti kurang dengan yang ditulis di papan informasi, apalagi di tengah paling berapa senti,” katanya.
Dirinya juga berharap Inspektorat Kabupaten Bogor segera mengaudit karena diduga terjadi mark up sehingga berdampak merugikan keuangan negara.
“Tangkap para oknum pejabat bangsat yang rampok uang negara dengan modus proyek desa. Kami meminta kepada APIP maupun APH untuk segera bertindak agar penggunaan dana desa lebih tepat sasaran dan tidak diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Sementara Kepala Desa Cibadak, Suri Suryana saat ditemui mengaku dirinya hanya orang awam.
“Perkara sempurna, saya orang awam. Ssaya tidak sempurna terkait pelaksanaan pembangunan. Tapi dalam pembangunan jalan tersebut, kami sudah semaksimal mungkin supaya dikerjakan sesuai RAB,” ungkapnya. (Jaya)




























Comments