Jajaki Kemitraan Program Produktif Menuju Kemandirian Finansial Para Penggerak Dakwah
BOGOR, INDONEWS — Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kabupaten Bogor membuat terobosan baru.
Bamusi, setelah keliling wilayah Bogor menemukan celah untuk kemandirian Finansial para penggerak Dakwah dan pelayanan keumatan. Tidak semua penggerak dakwah memiliki penghasilan yang tetap. Disatu sisi mereka punya umat binaan.
Seiring perkembangan zaman, media komunikasi mengalami kecanggihan yang mendukung pesan informasi tersampaikan dengan baik, jelas dan nyaman. Gangguan frekwensi tereduksi secara maksimal.
Terkait hal tersebut, Ketua Bamusi Kabupaten Bogor, H. Agus Riadi mempererat silaturahmi dengan sahabat lamanya, H. Bram Syakir yang bekerja di salah satu produsen peralatan Tata Suara.
Hingga akhrinya, tercetus potensi meningkatkan kemandirian finansial para penggerak dakwah di rumah ibadah, majelis taklim, pesantren, para mahasiswa jurusan manajemen bisnis islam calon entrepreneur di masa mendatang.
Lalu peran mereka sebagai apa?
Mereka bisa merekomendasi produk-produk tata suara yang berkualitas terbaik dengan kualitas mutu tertinggi ke pengurus rumah ibadah, majelis ta’lim, pesantren dan lainnya dengan imbalan insentif menarik menuju kemandirian finansial.
“Salah satu produk yang dapat mempermudah dakwah atau saat menjadi imam masjid adalah alat mikropon leher yang langsung dekat mulut imam, namun bisa suaranya tidak ‘gresek gresek’ karena terjadi gesekan dengan baju imam saat melakukan gerakan sholat,” kata H. Agus.
Ia menjelaskan, peran Bamusi adalah menjembatani antara para penggerak dakwah dengan user kebutuhan peralatan tata suara terbaik dengan harga terbaik dan termurah oleh sebab terjalinnya kemitraan dengan produsennya.
“Nanti akan terbentuk mata rantai kebutuhan peralatan tata suara dan peluang usaha dengan masing-masing memperoleh kompensasi reward menuju kemandirian finansial,” kata Agus.
“Jadi, user dapat produk tata suara terbaik dengan harga terbaik. Para penggerak dakwah dan mahasiswa jurusan bisnis dapat menjalankan usaha produktif menuju kemandirian finansial,” tambahnya.
Pihak Bamusi mendapatkan mitra dakwah dan bisa membantu meningkatkan kemandirian finansial. Pihak produsen peralatan tata suara meningkatkan omzet penjualan dengan struktur konsumen yang kuat dan relatif loyal.
“Tidak takut model peluang usaha ini diduplikasi oleh pihak lain? Tidak, bahkan ini bisa menjadi jariyah pemikiran peluang usaha jika diikuti oleh orang lain. Intinya, Bamusi siap memberi solusi. Silahkan hadir dan dukung kami saat acara “Ngabaso” atau Ngaji bersama Bamusi yang diiringi Santunan Sosial Yatim Duafa dan informasi bantuan beasiswa S1 dan bantuan permodalan UMKM bagi pengurus dan mitra kerja Bamusi,” papar Agus, mengakhiri.
Menurut informasi dengan jejaring dan mitra Bamusi dapat meningkatkan tambahan omzet penjualan 10.000 unit produk peralatan tata suara. (didi)





























Comments