0

DEPOK, INDONEWS | Kota Depok kini siap melaju pesat dibawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Walikota Chandra Rahmansyah.

Sebagai Kota penyangga Ibu Kota, Depok berkomitmen mengejar ketertinggalan dari Bekasi dan Tangsel melalui program Pembangunan Terintegrasi.

Fraksi PKB DPRD Kota Depok, melalui Ketuanya Siswanto, memberikan dukungan penuh terhadap percepatan Pembangunan berkelanjutan, termasuk penanganan sampah yang manusiawi melalui sinergi eksekutif dan legislatif.

“Fraksi PKB siap mendukung seluruh program yang dijalankan Walikota dan Wakil Walikota demi tercapainya target Pembangunan,” ujar Siswanto, Jumat (25/4/2025).

Ia juga menyoroti persoalan sampah yang sudah memasuki tahap darurat, terutama pascapenutupan TPA Cipayung oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

“Saat ini tidak ada tempat pembuangan alternatif. Akibatnya, sampah mulai menumpuk di permukiman,” jelasnya.

Siswanto mengapresiasi fatwa Nahdlatul Ulama yang menyatakan bahwa membuang sampah sembarangan, khususnya plastik, berstatus haram. Namun, menurutnya, penerapan fatwa tersebut harus diiringi dengan penyediaan fasilitas yang layak.

“Larangan itu tidak efektif jika masyarakat belum memiliki akses memadai untuk membuang sampah dengan benar,” tegasnya.

BACA JUGA :  Kelurahan Jaticempaka Gelar Bimtek Adminduk dan Tata Cara Pelaporan Bantuan Operasional

Fraksi PKB juga mendorong penyusunan Raperda Pengelolaan Sampah yang lebih detail, termasuk sanksi tegas bagi pelanggar.

“Sanksi bukan untuk menghukum, tetapi untuk membangun disiplin dan kesadaran,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Siswanto menyebut metode pengolahan menggunakan maggot (larva lalat hitam) bisa dipertimbangkan. Namun ia mengakui, solusi ini tidak bisa berdiri sendiri.

“Maggot tidak mampu mengurai ribuan ton sampah per hari. Pemerintah perlu menyiapkan solusi yang lebih menyeluruh,” katanya.

Ia menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur, terutama untuk pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Tanpa fasilitas pendukung, upaya pemilahan hanya menjadi wacana seperti sebelumnya,” pungkasnya. (Gustini)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pemerintahan