0

BIREUEN, INDONEWS | Cahaya ramadan semakin terang di Kabupaten Bireuen. Di tengah kesibukan umat Islam menjalankan ibadah puasa, kebahagiaan tak terbendung terpancar dari wajah para pimpinan dan guru dayah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen melalui Dinas Pendidikan Dayah menyalurkan dana insentif sebesar Rp1,6 miliar bagi mereka yang selama ini mengabdikan hidup untuk mendidik generasi penerus dengan ilmu agama dan akhlak mulia.

Langkah ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan para pendidik dayah yang telah berjuang tanpa mengenal lelah.

Banyak dari mereka yang selama ini hidup dalam kesederhanaan, tetap setia mengajarkan ilmu agama dengan keikhlasan. Kini, di bulan suci yang penuh berkah, tangan-tangan mereka yang lelah akhirnya menerima apresiasi yang pantas.

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Bireuen, Anwar, S.Ag., M.A.P., menyampaikan bahwa insentif ini diberikan kepada 176 pimpinan dayah dan 730 guru dayah.

Setiap pimpinan menerima Rp3 juta dengan total Rp528 juta, sementara masing-masing guru memperoleh Rp1,5 juta dengan total Rp1,095 miliar.

BACA JUGA :  Jadi Narasumber Implementasi Kurikulum Merdeka, Ini Pesan Bunda PAUD Sukabumi

“Penyaluran dilakukan secara nontunai melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima, guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran,” ujar Anwar, Rabu (26/2/2025).

Keputusan ini diambil agar dana dapat langsung dimanfaatkan tanpa kendala, mengingat banyak guru dayah yang memiliki kebutuhan mendesak, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri. Beberapa di antara mereka bahkan meneteskan air mata saat mengetahui bantuan ini telah cair.

Dalam kesempatan itu, Anwar menegaskan bahwa bantuan ini lebih dari sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bentuk penghargaan kepada para ulama dan pendidik agama yang menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter anak-anak bangsa.

“Kami ingin memastikan bahwa para pimpinan dan guru dayah tidak merasa sendiri. Pemerintah hadir untuk mereka, karena peran mereka sangat penting dalam menjaga moralitas generasi muda,” katanya.

Pemkab Bireuen memahami bahwa tanpa dukungan nyata, banyak tenaga pendidik yang harus berjuang dengan keterbatasan finansial. Insentif ini diharapkan bisa meringankan beban mereka, sekaligus menjadi pemicu semangat untuk terus mendidik dengan ketulusan hati.

BACA JUGA :  Orangtua Keluhkan Mahalnya Harga Seragam di SMPN 1 Legok

Banyak guru dayah yang tak bisa menyembunyikan rasa haru mereka. Seorang guru yang telah mengabdikan diri selama lebih dari dua dekade mengaku tak menyangka pemerintah begitu peduli terhadap mereka.

“Saya tidak pernah meminta, karena mengajar adalah panggilan jiwa. Tapi ketika ada perhatian seperti ini, hati kami terasa hangat. Alhamdulillah, ini berkah Ramadan yang luar biasa,” ungkapnya, sambil menyeka air mata.

Para pimpinan dayah juga mengapresiasi langkah Pemkab Bireuen. Menurut mereka, insentif ini bukan hanya sekadar uang, tetapi bentuk penghormatan kepada mereka yang selama ini berjuang di balik layar.

“Dayah bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan moral dan akhlak. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendukung keberlangsungan dan kesejahteraan para pendidiknya,” tambah Anwar.

Banyak pihak berharap program seperti ini dapat terus berjalan setiap tahunnya. Pendidikan keagamaan harus tetap menjadi prioritas, karena di tangan para guru dayah-lah lahir generasi yang paham nilai-nilai Islam dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA :  Tim Kejari Bireuen Berikan Penyuluhan Pencegahaan Narkoba di SMA Negeri 2

Kebijakan ini pun menuai apresiasi luas dari masyarakat, karena dinilai sebagai bukti bahwa Pemkab Bireuen tidak melupakan para pendidik agama.

Di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini, kehadiran bantuan tersebut tidak hanya menjadi wujud dukungan finansial, tetapi juga simbol penghormatan terhadap peran besar para pendidik agama dalam membangun peradaban.

Semoga bantuan ini membawa berkah, dan para guru dayah terus diberikan kekuatan untuk menjalankan tugas mulia mereka. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan