0

SUKABUMI, INDONEWS | Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman memberikan arahan pada Rapat Evaluasi Intervensi Gizi Spesifik dan Persiapan Pelaksaan SSGI Kabupaten Sukabumi tahun 2024, di Pendopo Sukabumi, Kamis (7/11).

Dalam arahannya, sekda mengatakan sebuah inisiatif vital yang dilaksanakan secara berkala oleh pemerintah untuk mengevaluasi kondisi gizi masyarakat, khususnya pada anak balita.

Survei ini bertujuan untuk mengukur prevalensi stunting, wasting, underweight, dan overweight, serta mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi status gizi balita di Indonesia.

Dalam upaya memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak, SSGI menjadi alat penting dalam pengambilan kebijakan dan program intervensi gizi.

Data yang diperoleh dari survei ini akan digunakan untuk merumuskan strategi yang tepat dan efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Melalui kolaborasi dan komitmen bersama, kami berharap SSGI dapat memberikan data yang akurat dan relevan untuk meningkatkan status gizi balita di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Kabupaten Sukabumi mencapai 27%. Angka ini menempatkan Kabupaten Sukabumi di 5 besar wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Provinsi Jawa Barat.

BACA JUGA :  Beragam Lomba Meriahkan Peringatan HUT RI di Nyangkoek

Untuk menekan angka stunting, Pemkab Sukabumi melakukan berbagai intervensi, seperti: Memberikan pemenuhan kebutuhan gizi, Edukasi pencegahan stunting, Berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pusat.

Cucu Sumintardi SKM.MM mengatakan, stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dari rata-rata anak seusianya.

Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi pada anak saat dalam masa pertumbuhan atau pada ibu selama kehamilan.

“Harapannya tim penilai yang akan hadir ke Kabupatan Sukabumi pada tanggal 8 November 2024 untuk menilai SSGI di Kabupaten Sukabumi. Mudah-mudahan angka stunting di Kab Sukabumi akan turun untuk menilai di 44 kecamatan di Kabupaten Sukabumi,” tuturnya. (Ndi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi