0

SUKABUMI, INDONEWS – Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri mewakili bupati menjadi keynote speaker pada acara seminar nasional strategi efektif penurunan prevalensi penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi, di Aula Universitas Muhammadiyah Sukabumi-Kota Sukabumi, Selasa (0/1/2024).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Sukabumi ini diikuti 200 orang peserta yang terdiri dari unsur Mahasiswa dan kader penggerak kesehatan masyarakat.

Tujuan seminar, untuk menggugah kesadaran masyarakat dalam penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi.

Pada awal paparannya, Wakil Bupati Sukabumi menyampaikan, atas nama pemerintah daerah sekaligus sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sukabumi mengucapkan terima kasih atas undangannya untuk menjadi keynote speaker dalam seminar nasional ini.

“Seminar ini menjadi momen penting untuk menguatkan keyakinan, melahirkan inspirasi dan motivasi melalui proses sharing-transmisi-transformasi berupa knowledge-eksperience-ability terkait penyusunan strategi bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting hingga mampu melahirkan-membentuk para kader penggerak di desa dalam keikutsertaannya menuntaskan program penurunan angka stunting secara lebih produktif,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kecamatan Cicurug Maknai HUT RI Ke-77

Lebih lanjut wabup menyampaikan, bahwa determinan balita stunting tahun 2022 jumlah balita stunting 10.303 kemudian diketahui determinan-nya sebanyak 5.808 orang.

Padahal dalam terwujudnya visi dan keempat Misi Pemerintah Daerah Sukabumi sesuai RPJMD 2021-2026 tak terlepas dari salah-satu pencapaian target kesehatannya.

Di dalamnya jelas terkait dengan program percepatan penurunan stunting. Target dengan realisas terkait stunting bahwa berdasarkan riskesdas 2018 prevalensi stunting Kabupaten Sukabumi 41,35%; berdasarkan data SSGI 2019 prevalensi stunting Kabupaten Sukabumi 21,93%; berdasarkan data SSGI 2021 prevalensi stunting Kab. Sukabumi 24,2%; prevalensi stunting menurut SSGI 2022 Kab. Sukabumi 27,5%; target prevalensi stunting menjadi 17,9%; kemudian target RPJMN 2024 = 14%. (Ndi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi