DEPOK, INDONEWS – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar Forum Rencana Kerja Tahun Anggaran 2024 dengan tema, “Tuntas Kelola Sampah Untuk Kesejahteraan Masyarakat”, di Gedung Wisma Hijau Cimanggis-Depok, Kamis (16/2/2023).
Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) sebagai konstelasi perjalanan panjang sistem pengelolaan sampah di Indonesia.
Tahun 2023 menjelang 2025, diharapkan sudah siap untuk menuntaskan persoalan sampah dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dengan potensi nilai ekonomi yang dimiliki oleh sampah.
Sekretaris DLHK Kota Depok, H. Ridwan mengatakan, berapa pun anggaran yang digelontorkan Pemerintah untuk pengolahan sampah, tanpa partisipasi masyarakat akan banyak hambatan dan kendala. Masalah pengolahan sampah sudah dari dulu dan sebaiknya dimulai dari masyarakat (hilir).
Partisipasi masyarakat dan kerjasamanya bisa saling berhubungan. Pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk memilah sampah, mengolah sampah sehingga sampah- sampah tersebut bila sampai ke TPA tidak terlalu banyak.
“Kami berharap juga terkait pengelolaan sampah perlu dukungan dan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara Anggota Dewan Komisi C, Edi Sitorus mengatakan, persoalan sampah sangat krusial.
“Kenapa, jadi dulu Cipayung itu tempat penampungan sementara sampah waktu Depok menjadi Kota Madya, ternyata pada akhirnya semua sampe pada saat ini pembuangan akhirnya tetap di Cipayung,” jelasnya.
“1.500 ton sampah setiap hari tidak memadai, maka saat ini pemerintah harus punya solusi, salah satunya adalah, sekarang sudah berjalan bank sampah, kemudian sosialisasi kepada masyarakat terkait banyaknya sampah, maka biar tidak buang sampah sembarangan,” tambahnya.
Edi menambahkan, tahun ini akan ada pembangunan tentang pengelolaan sampah yang produknya menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) yang akan menjadi bahan baku Industri dari sampah sebagai pengganti Batu Bara.
“Mudah-mudahan ini menjadi solusi, karena memang Nambo sampai sekarang belum bisa untuk jadi buangan akhir sampah. Saya berharap terobosan dari Dinas DLHK ini cukup bagus, artinya ini sudah ada contoh di Bantar Gebang yang sekarang sampah sudah di olah untuk menjadi produk Refuse Derived Fuel (RDF) dan sekarang sudah di pakai oleh Indocement,” paparnya.
“Tahun ini di Depok akan dibangun, itu salah satu solusi yang mungkin saat ini juga bagus, mudah mudah tahun ini tetap berjalan dengan bantuan Pemerintah pusat 100 milyar untuk pembangunan mesin mesin untuk produksi, nanti setelah jadi Pemerintah mencari kerja sama dengan mitra yang memang punya kompetensi untuk mengolah itu,” pungkas Edi. (Gustini)




























Comments