BEKASI, INDONEWS – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Janet Aprilia Stanzah kembali menggelar Reses I. Kali ini di RW 03, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi, Minggu (5/2/2023).
Reses dibanjiri permintaan atau aspirasi masyarakat, khususnya kader posyandu. Pada kesempatan itu, Janet mengaku memahami pengorbanan, sekaligus menghargai semangat para kader posyandu yang selalu siap berkorban untuk para balita.
“Tak jarang mereka merogoh kocek sendiri demi mengadakan makanan tambahan untuk para balita dan ibu hamil saat acara posyandu. Karenanya aspirasi dari kader posyandu akan disampaikan kepada para pemangku jabatan, salah satunya insentif kader posyandu agar segera diberikan kembali. Demikian juga dengan insentif dan banop (bantuan operasional) bagi para ketua RW dan RT, akan diperjuangkan untuk dapat diberikan kembali,” papar Janet.
Janet mengakui, dalam Reses I tahun anggaran 2023 yang diselenggarakan sejak tanggal 2-6 Februari 2023, dirinya kebanjiran permintaan dari warga, ketua RW dan RT agar wilayahnya dapat dikunjungi oleh anggota DPRD Kota Bekasi Komisi III.
Di Kecamatan Pondok Melati ada 6 titik reses yang dikunjungi anggota DPRD Kota Bekasi yang juga berprofesi sebagai seorang dokter praktisi kecantikan itu. Antara lain di Kelurahan Jatirahayu, Jatimurni, Jatimelati, dan Jatiwarna. Sedangkan di Kecamatan Pondok Gede kunjungan reses Janet di Kelurahan Jatiwaringin, Jatibening dan Jatimakmur.
“Antusias masyarakat untuk menghadiri reses semakin tidak terbendung. Warga berlomba mencari bantuan dari anggota legislatif agar dapat dipercepat pembangunannya melalui aspirasi,” ungkapnya.
Dalam reses di beberapa kelurahan di Dapil Pondok Gede dan Pondok Melati, dr. Janet menyampaikan bahwa warga Kota Bekasi sudah tidak perlu khawatir dengan masalah utama, seperti kesehatan dan pendidikan.
“Dalam hal kesehatan, saat ini UHC (Universal Health Coverage) Kota Bekasi sudah mencapai lebih dari 96%,” jelas dokter yang juga anggota legislatif yaang dikenal ramah, ceria, terbuka, cepat tanggap dalam memberikan respon bahkan bantuan ke masyarakat.
Dalam reses di Jatiwaringin, dr. Janet membagikan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara saat resesnya di Jatibening, Ketua LPM Jatibening sekaligus pembina Pemuda dan Karang Taruna Kelurahan Jatibening menyampaikan terima kasih kepada Janet yang sudah mendukung kegiatan karang taruna dan pemuda dalam mengadakan gelaran seni Budaya Betawi yang rutin setiap tahunnya.
Janet menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi saat ini sudah semakin keren. Masyarakat Kota Bekasi yang memiliki KTP Kota Bekasi sudah tidak perlu khawatir dengan jaminan kesehatan BPJS.
“Pemerintah Kota Bekasi saat berkomitmen dalam menjamin hak masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan. Dalam hal kesehatan, Kota Bekasi saat ini sudah mencapai UHC yaitu cakupan kepesertaan Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan lebih dari 95%. Artinya lebih dari 95% dari total penduduk Kota Bekasi telah mendapatkan atau mendaftarkan dirinya menjadi peserta BPJS baik peserta BPJS mandiri maupun BPJS PBI yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui APBD,” jelasnya.
Janet mengimbau agar masyarakat yang belum memiliki BPJS segera mendaftar jadi peserta, baik yang mandiri maupun PBI.
“Apabila ada masyarakat Kota Bekasi yang kurang mampu, ber KTP Kota Bekasi dan belum memiliki kartu BPJS, tiba-tiba sakit, datang saja ke RS pemerintah atau RS swasta yang bekerja sama dengan BPJS. Cukup menunjukkan KTP Kota Bekasi, maka Pemerintah Kota Bekasi akan menjamin biaya pengobatannya,” papar Janet yang disambut tepuk tangan riuh dari para peserta reses.
Sementara dalam hal pendidikan, kata Janet, diakui di Pondok Gede dan Pondok Melati masih kekurangan sekolah negeri. Namun sekarang orangtua sudah tidak perlu rebutan ingin masuk sekolah negeri, karena sejak tahun kemarin pemerintah Kota Bekasi sudah melakukan MoU dengan beberapa sekolah swasta untuk memberikan beasiswa bagi orangtua murid. (Supri)




























Comments