BOGOR, INDONEWS – Pengerjaan proyek peningkatan ruas jalan Cijayanti-Babakan Madang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor yang dijadwalkan 90 hari kalender selesai, namun faktanya molor, hingga 28 September 2022 belum selesai.
Berdasarkan pantauan ke lokasi, masih ada para pekerja yang melakukan aktifitas pengecoran.
Proyek peningkatan jalan bernomor dan tanggal SPMK: 620/A-132-80-0057/TING-JLN/PPJJ.1/SPMK/DPUPR, tanggal 13 Juni 2022 dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender. Nilai kontraknya sebesar Rp.925,374.000 oleh CV BMI dan selaku konsultan pengawas adalah PT. Demensi Ronakon.
Security Sekolah Pelita Harapan Sentul City, Anda mengatakan, banyak warga yang mengeluh dengan molornya betonisasi jalan tersebut.
“Banyak orang ngeluh tentang pengerjaan betonisasi jalan ini, lambat dan ngedumel. Soalnya jalan jadi macet,” ucap Anda, Selasa (4/10/2022).
Ia menuturkan, proses pengerjaan jalan tersebut selama 2 bulan lebih. Ia mengaku hanya melihat 3 mobil molen saja yang datang setiap pengecoran malam hari.
“Adanya pengerjaan betonisasi jalan ini, kalau pagi macetnya parah. Kita (security) di sekolah Pelita Harapan Sentul City ini lah yang mengaturnya selama pengerjaannya setiap pagi, soalnya banyak siswa yang lewat,” katanya.
Anda mengaku sering ditanya oleh atasannya atau pemilik sekolah tentang penyebab lama pengerjaan jalan tersebut.
“Bos selalu tanya berapa lamanya selesainya betonisasi jalan ini,” ucapnya.
Di tempat terpisah, salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya yang kebetulan sedang mengatur lalu lintas di jalan tersebut mengaku betonisasi jalan ini sudah berlangsung lama, 2 hingga 3 bulan.
“Sudah lama ini. Sudah ada 2 hingga 3 bulanan. Gak tahu saya enggak ngitung. Tanya saja sama yang punya,” ucap warga yang mengatur lalu lintas tersebut.
Terkait proses betonisasi jalan ini, apakah sering mengalami kemacetan sehingga terganggu arus lalu lintas, ia mengaku jika pagi hari sering terjadi kemacetan karena banyak pengendara lewat.
Berdasarkan pantauan, jalan tersebut baru bisa dilalui kendaraan hanya 1 jalur, dan terlihat pengendara roda dua dan pengendara roda empat bergantian untuk melalui jalan tersebut. (Firm)



























Comments