0

SUKABUMI, INDONEWS – Ny. Onih, Warga Kampung Ciawitali, RT 07, RW 03, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi membutuhkan uluran tangan orang-orang baik.

Kondisi rumahnya sangat menghawatirkan. Kontruksi bangunan yang terbuat dari kayu sudah mulai ada yang roboh.

Kisah pilu dua keluarga di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi itu harus tinggal di gubuk reot atau rumah tidak layak huni yang nyaris rubuh berukuran 4×6 berbilik. Kedua keluarga tersebut sudah tinggal selama puluhan tahun.

Dua keluarga tersebut yakni Onih (82) dan anak kandungnya Asep Dendi (35) beserta istri dan dua cucu-cucunya. Mereka tinggal satu atap rumah yang nyaris roboh.

“Saya tinggal di sini sudah kurang lebih 70 tahun. Sehari-hari saya hanya berjualan Cilok untuk mencukupi keluarga. Hasil jualan cilok paling Rp.50.000 apabila semua dagangan habis, dan anak saya hanya kuli bangunan yang kadang tak tentu ada panggilan,” ucap Onih, dengan sedih.

Onih menuturkan, rumah yang ia tempati apabila hujan turun sering mengalami bocor. Selain itu kondisi bambu dan kayu sudah lapuk. Ini membuatnya takut ambruk. Dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memperbaiki rumahnya agar bisa hidup seperti orang semestinya.

BACA JUGA :  Sebanyak 138 KPM di Kutajaya Terima BLT DD Tahap 1

Sementara itu, Kepala Dusun 1 Cisarua, Robiana mengungkapkan bahwa rumah Onih dan anaknya ini sudah masuk kategori rumah tidak layak huni dan sudah masuk database desa dari tahun 2019, selanjutnya akan menjadi prioritas desa.

“Saya akan prioritaskan untuk diagendakan rehab karena rumah Onih ini sudah dimasukan dalam data base desa tahun 2019. Selanjutnya pun kita akan berusaha untuk mendorong ke dinsos, baznas dan anggara desa,” ungkapnya. (Yogi Ramlan/NDI)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi