Semangat Bangkit di Tengah Ujian
BIREUEN, INDONEWS — Pasca musibah banjir bandang yang melanda kawasan Peusangan, proses normalisasi di lingkungan SMAN 2 Peusangan, Kabupaten Bireuen, hingga kini masih terus dilakukan.
Pada hari pertama masuk sekolah, aktivitas di sekolah tersebut belum sepenuhnya difokuskan pada proses pembelajaran, melainkan pada upaya pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak cukup parah akibat bencana alam tersebut.
SMAN 2 Peusangan tercatat sebagai salah satu sekolah yang mengalami dampak terparah. Tingginya lumpur yang terbawa arus banjir mencapai lebih dari satu meter, mengakibatkan banyak fasilitas sekolah serta barang-barang berharga tidak dapat digunakan kembali. Kondisi ini tentu menjadi ujian berat bagi seluruh warga sekolah.
Proses normalisasi dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan Kepala Sekolah Hasballah, M.Pd, unsur TNI/Polri, serta dewan guru dan pihak sekolah lainnya.
Kebersamaan dan kepedulian berbagai pihak menjadi bukti bahwa musibah tidak memadamkan semangat untuk bangkit dan saling menguatkan.
Untuk sementara waktu, pihak sekolah belum memaksimalkan kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Kehadiran para siswa dan siswi di sekolah lebih diarahkan pada kegiatan tatap muka guna memulihkan kondisi psikologis dan menghilangkan rasa trauma pasca bencana. Langkah ini diambil sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan mental peserta didik.
Meski demikian, sebagian siswa tetap mengikuti kegiatan pembelajaran sederhana dengan kondisi seadanya, didampingi oleh para dewan guru.
Hal ini dilakukan agar semangat belajar tetap terjaga, sembari menunggu proses pembenahan sekolah dapat diselesaikan secara maksimal sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal seperti sebelum terjadinya bencana.
Kepala SMAN 2 Peusangan, Hasballah, M.Pd, menyampaikan harapannya agar musibah ini segera berlalu dan proses pemulihan dapat berjalan lancar. Ia juga berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir demi keberlangsungan pendidikan di sekolah tersebut.
“Setiap musibah pasti menyimpan pelajaran berharga. Dengan kesabaran, kebersamaan, dan doa, kami yakin SMAN 2 Peusangan akan bangkit dan kembali menjalankan proses pembelajaran secara normal,” ujarnya. (Hendra)





























Comments