0

Adi Candra: Kemana Anggaran Irigasi Way Rarem?

LAMPUNG UTARA, INDONEWS Ketua Laskar Lampung Indonesia DPC Lampung Utara, Adi Candra SE, kembali menyoroti kondisi saluran irigasi bendungan Way Rarem yang banyak ditumbuhi semak belukar dan rumput menjalar/gulma di sepanjang saluran mulai dari Sipon 1 sampai di wilayah Tulang Bawang Barat.

Adi Candra sangat menyayangkan kondisi saluran yang nampak tidak terawat, sehingga Musim Tanam (MT) satu tahun ini di beberapa wilayah jadwal tanamnya diundur.

“Dampaknya petani merugi akibat bibit padi yang usia tanamnya melebihi jadwal karena kurangnya suplai air ke areal sawah,” kata Adi Candra, Minggu (1/2/2026).

Adi Candra juga mempertanyakan anggaran pemeliharaan saluran irigasi yang diduga tidak digunakan secara efektif.

“Kemana anggaran pemeliharaan saluran irigasi yang telah dialokasikan? Apakah ada dugaan korupsi atau hanya sekedar ketidakpedulian pihak terkait?” tanya Adi Candra.

Ia pun menduga bahwa anggaran pemeliharaan itu tidak tepat sasaran, sehingga kondisi saluran irigasi menjadi rusak dan tidak berfungsi dengan baik.

BACA JUGA :  Golkar Sumedang Gelar Saresehan dan Santunan Anak Yatim dalam Rangka HUT Partai Golkar ke-61

“Kami menduga ada permainan anggaran yang tidak transparan, sehingga anggaran pemeliharaan tidak digunakan untuk kepentingan yang sebenarnya. Apakah ada oknum yang bermain di balik ini?” katanya.

Adi Candra juga menuntut agar pemerintah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas kondisi ini.

“Kami juga meminta agar pihak terkait memberikan penjelasan transparan tentang penggunaan anggaran pemeliharaan saluran irigasi dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi saluran irigasi yang rusak,” tegas Adi Candra.

Dirinya juga berharap pihak APH dapat menindaklanjuti pemberitaan ini dan segera melakukan penyelidikan karena aroma korupsi sangat menyengat dan harus ada upaya penyelamatan segera terhadap lahan sawah petani yang sangat membutuhkan air irigasi.

“Hal ini harus cepat dilakukan, agar ada efek jera terhadap pelaku korupsi. Ungkap dugaan penyelewengan anggaran perawatan ini. Hukum seadil adilnya jika terbukti ada penyimpangan anggaran,” tegas Adi Candra. (AE)

You may also like

Comments

Comments are closed.