0

BOGOR, INDONEWSProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) ketat untuk menjamin makanan yang dibagikan kepada siswa dan kelompok rentan aman, higienis, serta bergizi seimbang.

SOP tersebut mencakup perencanaan menu, pengadaan dan penyimpanan bahan, pengolahan di dapur, pengemasan, hingga distribusi, guna mencegah keracunan makanan dan stunting.

SOP ini bahkan telah diperbarui pasca beberapa insiden yang sebelumnya terjadi.

Tujuan utama SOP MBG antara lain menjamin pemenuhan gizi sesuai standar nasional, mencegah kontaminasi makanan, meningkatkan kesadaran gizi, serta memastikan program berjalan profesional dan berkelanjutan.

Namun sangat disayangkan, SOP tersebut diduga tidak dipatuhi oleh dapur MBG Cinagara II Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Hal ini mencuat setelah adanya keluhan dari murid dan orang tua penerima manfaat terkait kondisi makanan yang dinilai sudah tidak layak konsumsi.

AB, salah satu orang tua wali murid SMP Negeri 2 mengeluhkan paket MBG yang diterima anaknya.

Kepada wartawan, Jumat (16/12/2025), AB menyampaikan bahwa anaknya menerima empat paket MBG sekaligus untuk satu pekan karena bertepatan dengan hari libur sekolah.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Bahas Penyelesaian Tambang Parung Panjang

“Pas hari Selasa anak saya dapat MBG dari sekolah empat paket karena sekalian libur. Waktu mau dimakan, kuenya sudah kehitaman dan berjamur, agar-agar sudah berlendir, yang parah lagi pisang ambon sudah busuk. Pokoknya tidak layak untuk dikonsumsi. Semua sudah saya foto dan video,” ujar AB.

Menindaklanjuti keluhan tersebut, wartawan mendatangi dapur MBG Cinagara II untuk meminta klarifikasi. Namun pemilik dapur tidak berada di lokasi dan wartawan hanya diterima petugas keamanan.

Melalui komunikasi WhatsApp, pemilik dapur yang disebut bernama Preti berjanji akan bertemu wartawan pada Jumat pukul 10.00 WIB di lokasi dapur.

Sayangnya, saat wartawan kembali mendatangi dapur pada waktu yang dijanjikan, pemilik dapur kembali tidak berada di tempat.

“Tadi ada, sekarang sudah jalan lagi,” ujar petugas keamanan.

Selain itu, dapur MBG Cinagara II juga tidak memasang plang atau banner penanda lokasi. Para karyawan menyebutkan bahwa banner pernah ada namun rusak karena tersangkut mobil.

Ketika diminta menunjukkan sisa atau bekas banner tersebut, pihak dapur tidak dapat menunjukkannya.

BACA JUGA :  Bawaslu Mengaku Dibatasi Regulasi Untuk Menindak Banner Bacabup Yang Bertebaran

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola MBG Cinagara II terkait dugaan pelanggaran SOP dan keluhan orang tua murid tersebut. (Rds)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor