BEKASI, INDONEWS | Seorang pengusaha berinisial RZ mengingatkan kepada para pengusaha lain khususnya Pemerintah Kota Bekasi untuk mewaspadai adanya hacker atau peretas aplikasi digital e-Katalog.
RZ menyebut, melalui kanal klik e-Katalog versi 6, dirinya telah tertipu dan sudah menyerahkan sejumlah uang kepada pelaku peretas.
“Waspadai seorang berinisial TAP atau Bs, yang saya tahu merupakan warga Perumahan Mutia Kirana, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Sepanjang Jaya Kota Bekasi. Ia bekerja sama dengan seorang hacker berinisial N alias Pucuk,” kata RZ, di Bekasi, Senin (19/5/2025).
Pucuk atas nama BS, tutur RZ, menemui penyedia atau pengusaha termasuk dirinya dengan mengiming-imingi atau menawarkan berbagai macam pekerjaan di dinas yang ada di Kota Bekasi melalui sistem e-Katalog versi 6.

“Jadi seolah yang mengklik atau mengoperasikan e-Katalog versi 6 itu adalah dinas atau PPK, padahal itu kelakuan hacker. Maka, saya ingatkan penyedia atau pengusaha agar mewaspadai praktik penipuan tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, diduga jaringan mereka terdiri atas nama N alias Pucuk dan TAP atau Bs.
“Intinya, jaringan ini berusaha memperdaya pengusaha dengan mengatasnamakan instansi pemda Kota Bekasi untuk mendapatkan uang dari penyedianya,” tegas RZ.
Sekadar informasi, e-Katalog merupakan sebuah aplikasi belanja online yang dikembangkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP).
Adapun aplikasi ini menyediakan berbagai macam produk dari berbagai komoditas yang dibutuhkan oleh pemerintah.
E-katalog juga disebut sebagai katalog digital yang menampilkan daftar produk dan jasa, lengkap dengan spesifikasi, harga, dan informasi lainnya.
E-katalog dirancang untuk mempermudah pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah atau instansi lain, dengan memberikan kemudahan akses dan transparansi dalam proses pemilihan produk yang dibutuhkan.
Atas kejadian yang menimpa RZ, ia mengingatkan pihak manapun, khususnya pemerintah untuk mewaspadai terjadinya penyalahgunaan e-Katalog oleh peretas.
“Saya menjadi salah satu contoh yang dirugikan. Saya tertipu setelah menyerahkan sejumlah uang, namun hak yang semestinya saya dapatkan tidak dipenuhi jaringan penipu tersebut,” tandasnya. ***





























Comments