0

SUKABUMI, INDONEWS – Wakil Bupati Sukabumi, H. lyos Somantri mewakili bupati mengikuti acara Forum High Level Meeting Sukabumi Project penguatan implementasi ekosistem ketahanan pangan komoditas perikanan dan pertanian di Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/8).

Acara berlangsung di Aula PKK Pendopo Sukabumi yang ditandai dengan penandatangan naskah komitmen pembentukan ekosistem ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat.

Penandatangan itu antara Pondok Pesantren Al-Umanaa, Pondok pesantren Al muslim, Pondok pesantren Al Hidayah, Pondok pesantren At-Taqwa, Pondok pesantren Al-Istiqomah, Pondok pesantren Al Isytirok, Pondok pesantren RTQ Cimanggu, Pondok pesantren Darul Haqmal, Kelompok Telaga Ikan, Koperasi Tani Mandiri Sejahtera, Desa Wisata Hanjeli dengan Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jabar, Wakil Bupati Sukabumi dan Wakil Walikota Sukabumi.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkuat implementasi ekosistem ketahanan pangan komoditas pertanian dan perikanan di Kabupaten Sukabumi.

Diawal sambutan, Wakil Bupati atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi atas kedatangan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat dalam rangka membahas rencana pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis guna memperkuat implementasi ekosistem ketahanan pangan komoditas pertanian dan perikanan di Kabupaten Sukabumi melalui Sukabumi Project yang akan ditindaklanjuti di forum High Level Meeting.

BACA JUGA :  CEO Arfan Group Resmikan Masjid AL-Hijrah Perumahan Benteng Royal Residence Cicurug

“Upaya dari Bank Indonesia perwakilan Jawa Barat dalam menginisiasi acara ini merupakan sebuah sinergi kolaboratif guna mengoptimalisasi ikhtiar pemerataan ekonomi Jawa Barat wilayah selatan, khususnya Kota dan Kabupaten Sukabumi melalui pengembangan sektor ketahanan pangan,” kata Iyos.

Wabup Iyos menjelaskan, sinergi kolaboratif yang dimaksudkan adalah diantara kelompok masyarakat yang bersifat inklusif antara lain pondok pesantren, kelompok masyarakat sub sistem dan Desa Wisata yang terlibat dalam suatu ekosistem mulai dari produksi, distribusi dan pemasaran jelasnya menutup pembicaraan. (Yah/ndi)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Sukabumi