DEPOK, INDONEWS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok menggelar Rapat Paripurna dengan Agenda Rapat, Penutupan Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2022 dan Pembukaan Masa Sidang Kedua tahun sidang 2022 serta Pembentukan Pergantian Alat Kelengkapan DPRD Kota Depok.
Rapat berjalan lancar dan membentuk Alat Kelengkapan Dewan yang baru, Selasa (10/5/2022).
Pada rapat Paripurna sebelumnya terjadi walk out oleh 38 Anggota Dewan dari 6 faksi yang ada kecuali PKS.
Para anggota dewan menganggap pimpinan sidang yang dipimpin oleh ketua DPRD, tidak mengakomodir atas persoalan yang ada terkait transparansi KDS (Kartu Depok Sejahtera) ditambah masalah mikrofon yang tidak berfungsi dengan baik membuat suasana sidang lebih memanas hingga menjadi ricuh.
Selanjutnya, pada Rapat Paripurna kali ini yang juga dipimpin ketua DPRD Yusuf Syahputra, di hujani beberapa interupsi para Anggota Dewan dengan menyatakan agar pimpinan Sidang Paripurna diganti.
Dimulai dari interupsi Anggota Dewan Babai Suhaemi dan diikuti beberapa Anggota Dewan lainnya dan menyatakan sikap yang sama.
Namun Babai mengakui, dirinya bukan meminta Ketua DPRD Kota Depok untuk diganti, sebab terkait hal tersebut merupakan kewenangan Badan Kehormatan Dewan.
“Tentunya tetap menjalani proses atas sangkaan pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua DPRD dan etika termasuk saat sidang lalu. Pimpinan sidang sampai berdiri di mana, seharusnya tetap duduk di tempat,” katanya.
Dalam perjalanan sidang selanjutnya, setelah adu argument dan pendapat pro dan kontra, para anggota dewan atas siapa pimpinan sidang, disepakati dan diterima Yusuf Syahputra Ketua DPRD sebagai pimpinan sidang dapat melanjutkan kembali sidang paripurna.
Setelah penutupan Masa Sidang Pertama Tahun Sidang 2022 dan pembukaan Masa Sidang Kedua tahun sidang 2022, dilanjutkan Pembentukan Alat Kelengkapan DPRD Kota Depok. (Gustini)




























Comments