JAKARTA, INDONEWS – DPP Golkar menegaskan tidak pernah mengintruksikan Ahmad Doli Kurnia untuk menyerang persoalan ijazah Wapres Gibran.
Hal tersebut dikatakan, Fungsionaris Partai Golkar, Lisman Hasibuan dalam keterangan resminya, Senin (19/10/2026).
“Ahmad Doli Kurnia sebagai Waketum Partai Golkar dan Komisi II DPR RI, tapi dia bicara atas nama pribadi, bukan mewakili Partai Golkar untuk menyerang keabsahan Ijazah Wapres Gibran,” ujarnya.
Ia sebagai fungsionaris Partai Golkar juga mengaku mendukung penuh Keputusan MK.
“Saat kami jumpa pers di MK pada Jumat 13 Oktober 2023, saat itu kami sempat dilarang oleh Ketum Partai Golkar, Airlangga, tidak usah ke MK dan mendukung keputusan MK yang mengakomodir kepentingan Gibran yang bakal maju sebagai Cawapres. Namun perintah tersebut kami tidak hiraukan karena kami yakin Golkar akan usung dan pasangkan Prabowo bersama Gibran demi kemajuan bangsa Indonesia,” papar Lisman.
Dikatakannya, beberapa hari ini pihaknya telah melihat serangan Ahmad Doli Kurnia kepada Wapres Gibran.
“Tentunya ini adanya unsur balas dendam karena tidak akomodirnya Airlangga sebagai Wapres di tahun 2024 dan saat itu memang Ahmad Doli Kurnia berkuasa penuh di DPP Partai Golkar sebagai Bapilu DPP Golkar yang inginkan opsi terakhir Airlangga bisa dapat tiket maju sebagai Cawapres 2029,” ungkapnya.
“Walaupun target awal mereka menjadi capres, namun gagal dan pada akhirnya DPP Golkar secara sah mengusung Gibran sebagai Cawapres membatalkan Keputusan Munas dan Rapimnas DPP Golkar terdahulu,” tambahnya.
Maka, tambah Lisman, melalui momentum HUT Golkar ke-62, pihaknya optimis Ketum Golkar Bahlil Lahadalia segera memberikan sanksi tegas kepada Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.
“Sanksinya bisa berupa pemecatan dan PAW di DPR RI karena sudah membuat kegaduhan nasional dan mengganggu jalannya Pemerintahan Prabowo-Gibran genap 2 tahun,” pungkasnya. ***





























Comments