JAKARTA, INDONESIA — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti kekuatan musik Indonesia sebagai soft power bangsa saat menghadiri Wisuda Institut Pariwisata Trisakti, Selasa (13/10/2026).
Wapres mengawali sambutannya dengan fenomena viralnya lagu Tulus berjudul ‘Teh Hijau’ di negara tetangga.
“Saat ini ada lagu yang sangat viral di negara tetangga. Lagunya Tulus – Teh Hijau. Ini lagunya pernah menduduki posisi puncak di Spotify dan Apple Music Malaysia,” ujar Gibran di hadapan wisudawan.
Menurut Wapres, fenomena tersebut menunjukkan soft power Indonesia di bidang musik. Ia menilai, baru kali ini seorang pejabat membahas soft power secara serius, dan hal itu menjadi keunggulan ketika Indonesia dipimpin generasi muda.
“Enaknya punya pemimpin muda begini nih,” begitu narasi dalam video yang beredar.
Wapres melanjutkan, event-event musik Indonesia juga sudah banyak digelar di luar negeri, salah satunya festival Pesta Pora. Ia menegaskan pariwisata bukan hanya soal destinasi, tapi bagaimana Indonesia bisa dikenal dan punya daya tarik di mata dunia.
“Kita punya modal besar, kuliner, fashion, tradisi, seni, musik. Musik juga punya kekuatan untuk menjangkau masyarakat lintas negara. Bahkan sejumlah karya musisi Indonesia berhasil menarik perhatian pendengar di luar negeri,” jelasnya.
Gibran mendefinisikan inilah yang disebut soft power — ketika karya dan budaya Indonesia punya daya tarik, maka pengaruh Indonesia di mata dunia juga bisa semakin kuat.
“Pariwisata merupakan salah satu instrumen penting dalam soft power Indonesia. Soft power adalah kemampuan suatu bangsa untuk membuatnya dicintai dunia,” tutupnya.
Dalam video tersebut juga ditampilkan keindahan Danau Toba, Raja Ampat, tradisi lompat batu Nias, hingga penampilan gamelan Bali sebagai modal besar pariwisata dan budaya Indonesia. ***





























Comments