0

Gibran Sosok Muda Paling Siap Jadi Presiden

JAKARTA, INDONEWS — Peta politik 2029 mulai menghangat. Tokoh Muda Relawan Jokowi, Yogie Try Wardhana menegaskan, barisan relawan tegak lurus pada komando Joko Widodo, termasuk jika harus bertarung di Pilpres 2029.

“Politik itu dinamis. Hari ini kami tegak lurus kawal Asta Cita Prabowo-Gibran. Tapi jika 2029 diperintah pak Jokowi untuk maju sendiri, kami siap. Kami siap melawan siapa pun, termasuk Pak Prabowo,” tegas Yogie, Aktivis Muda asal Lampung dan Pendiri Komunitas Millenial Indonesia itu, Selasa, 13 Oktober 2026.

Yogie membuka opsi koalisi masa depan. Menurutnya, politik adalah seni merangkai kemungkinan.

“Bisa saja kami bersama Mas AHY atau figur politik lainnya yang punya visi keberlanjutan dan keberanian. Politik bukan soal siapa yang paling senior, tapi siapa yang paling relevan dengan zaman,” ujarnya.

Soal figur, Yogie secara terbuka menyebut nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat terkuat dari generasi muda.

“Mas Gibran ini adalah anak muda yang hari ini paling siap jadi Presiden di 2029. Yang paling memahami anak muda ya anak muda. Bahasanya sama, resahnya sama, mimpinya sama. Jadi kami tidak khawatir jika harus bertarung di 2029 dengan kekuatan sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pengawasan Logistik Pemilu 2024  di Kecamatan Pondokgede

Terkait dukungan partai politik yang kini masih terikat koalisi pemerintahan, Yogie menilai semua masih sangat cair.

“Semua partai politik punya mekanisme. Dan mekanisme itu bukan hanya ada di pernyataan Ketum dan beberapa kadernya saja di panggung hari ini. Partai politik itu tempat menampung aspirasi politik rakyat, bukan menara gading,” kata Yogie.

Yogie juga menyinggung soliditas barisan relawan yang kini banyak berada di lingkaran pemerintahan dan BUMN.

“Terkait kawan-kawan yang berada di pemerintahan dan hari ini menjadi komisaris, saya meyakini mereka juga akan siap bertarung meski harus melepas jabatannya. Karena bagi kami, jabatan itu alat pengabdian, bukan tujuan. Jika panggilan sejarah datang, tak ada jabatan yang terlalu sayang untuk dilepas,” tegasnya.

“Sejarah mengajarkan kita satu hal: kekuasaan itu mandat rakyat, bukan warisan elite,” tambahnya.

Yogie menutup pernyataannya dengan filosofi yang ia pegang teguh bersama barisan relawan.

“Kami meyakini, jika dukungan politiknya menguat dan suara rakyat itu bulat, Partai Politik manapun pasti akan mendengar. Karena pada akhirnya, tak akan bumi menolak hujan, dan tak ada seorang pun yang mampu membendung matahari terbit,” tutup Yogie. ***

BACA JUGA :  Sekretariat PAC Pdi Perjuangan Pondok Gede Diresmikan

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Politik