0

JAKARTA, INDONEWS – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda LIRA, Irwan Afyanto menyoroti masih adanya anak usia 7-18 tahun tidak sekolah.

Padahal menurut Irwan, pendidikan adalah sebuah elemen penting dalam kehidupan yang harus menjadi perhatian semua pihak.

“Dokumen Disdik Jakarta mencatat masih terdapat anak tidak sekolah usia 7-18 tahun. Selain itu, laporan per April 2026 menunjukkan lebih dari 217.000 anak masuk kategori tertentu termasuk putus sekolah,” kata Irwan kepada media ini, Minggu (26/4).

Menurutnya, penyebab utama anak putus sekolah didominasi oleh alasan ekonomi. Untuk itu, ia menegaskan bahwa Pemuda LIRA sangat mendukung program Gubernur Jakarta yang akan menggratiskan SMA swasta yang didanai melalui APBD sebesar Rp.253,6 miliar.

“Ini program yang baik yang harus didukung semua pihak. Dimana program ini akan mempunyai efek panjang bagi masyarakat Indonesia khususnya di Jakarta,” ujar Irwan.

Namun pada prosesnya, imbuh Irwan, hal ini harus dikawal bersama kar4na anggaran yang dipergunakan cukup besar dan syarat akan terjadinya KKN.

BACA JUGA :  Peserta Didik Baru SMAN 4 Depok Ikuti Kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2023/2024

“Intinya Pemuda LIRA mengapresisasi program ini, namun di sisi lain kita juga harus mengawal prosesnya agar terlaksana dengan baik. Tentu hal itu kita coba komunikasikan dengan para stakeholder di Jakarta agar input dan outputnya bisa maksimal tanpa kendala,” pungkas Irwan Afyanto. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan