0
Ada Apa Dibalik Angka Tahap 1 dan 2?

LAMPUNG UTARA, INDONEWS Publik kembali mempertanyakan transparansi pengelolaan Dana BOSP (Bantuan Operasional Satuan Pendidikan) di SMPN 2 Abung Surakarta.

Berdasarkan dokumen realisasi anggaran yang bocor ke media, ditemukan sejumlah poin anggaran yang dinilai tidak proporsional dan patut diduga hanya sekadar formalitas administratif untuk menghabiskan pagu anggaran.

Berikut adalah 3 poin krusial yang menjadi fokus sorotan:

  1. “Anomali” Pembayaran Honor Tahap 1

Pada pencairan Tahap 1 (Januari 2025), pihak sekolah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp43.200.000 hanya untuk pembayaran honor. Namun anehnya, pada Tahap 2, angka ini menyusut drastis menjadi Rp8.640.000.

Analisis: Perbedaan mencolok sebesar Rp34,5 juta ini menimbulkan kecurigaan. Jika jumlah guru honorer tetap, mengapa beban biaya di Tahap 1 begitu membengkak? Publik menduga adanya potensi “double accounting” atau pembayaran honor fiktif pada tahap awal.

  1. Lonjakan Anggaran Perpustakaan & Ekskul yang Mendadak

Data menunjukkan ketimpangan belanja barang yang sangat tajam:

Perpustakaan: Dari hanya Rp517.000 (Tahap 1) melonjak menjadi Rp14.699.700 (Tahap 2).

BACA JUGA :  Berikan Rasa Aman, Polres Bangka Barat Lakukan Pam Paskah

Ekskul/Pembelajaran: Dari Rp3.000.000 (Tahap 1) melesat ke Rp22.515.000 (Tahap 2).

Analisis: Lonjakan hingga ribuan persen di akhir tahun anggaran ini sering kali menjadi modus untuk “mengamankan” sisa dana agar terserap habis.

Masyarakat patut mempertanyakan apakah buku-buku baru atau peralatan ekskul senilai puluhan juta tersebut benar-benar ada di sekolah.

  1. Biaya Administrasi Sekolah yang “Gemuk”

Total biaya administrasi kegiatan sekolah mencapai Rp19.732.300 dalam setahun. Mengingat jumlah siswa hanya 127 orang, angka ini dinilai terlalu besar hanya untuk urusan alat tulis kantor (ATK) dan koordinasi, yang dikhawatirkan tumpang tindih dengan biaya operasional lainnya.

Mengacu pada Prinsip Pengelolaan Dana BOSP yang harus memenuhi azas transparan dan akuntabel, pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara didesak untuk turun tangan melakukan audit investigatif ke SMPN 2 Abung Surakarta.

Hingga saat ini, upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah SMPN 2 Abung Surakarta masih terus dilakukan untuk mendapatkan penjelasan mengenai fluktuasi angka yang tidak wajar tersebut. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.