0

BIREUEN, INDONEWSSejumlah sekolah di Kabupaten Bireuen terpaksa menghentikan upaya pembersihan pascabanjir lumpur yang merendam lingkungan sekolah hingga ketinggian setengah sampai satu meter.

Keterbatasan tenaga, luasnya area sekolah, serta padamnya aliran listrik membuat pihak sekolah akhirnya menyerah karena tidak lagi mampu melakukan pembersihan secara manual.

Kondisi tersebut dialami SMK Negeri 1 Peusangan. Kepala sekolah (kepsek) setempat, Joko Triyanto menyampaikan bahwa pihaknya sudah tidak sanggup membersihkan lumpur yang tebal tanpa bantuan alat berat.

Hal itu disampaikannya saat ditemui Media Patriot Indonesia beberapa hari lalu.

Menurut Joko, meskipun guru dan staf sekolah setiap hari tetap hadir untuk melakukan gotong royong, upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.

Luasnya lahan sekolah serta tebalnya endapan lumpur membuat pembersihan manual menjadi mustahil dilakukan dalam waktu singkat.

“Tanpa bantuan alat berat, lumpur setebal ini tidak mungkin dibersihkan. Kalaupun dipaksakan dengan tenaga manusia, bisa memakan waktu satu hingga dua bulan. Kami sudah pasrah dan menunggu langkah konkret dari pemerintah agar sekolah bisa kembali normal dan proses belajar mengajar dapat segera dilaksanakan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pria Pencuri BH Nyaris Diamuk Warga

Ia juga menambahkan bahwa kondisi serupa tidak hanya dialami sekolahnya, tetapi juga banyak sekolah lain di wilayah Bireuen yang terdampak banjir lumpur.

Selain berharap bantuan alat berat untuk normalisasi sekolah, Joko juga sangat mengharapkan perhatian pemerintah terhadap para guru yang hingga kini masih tinggal di tenda pengungsian. Pasalnya, rumah mereka ikut terendam lumpur bahkan hingga mencapai atap rumah. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan