0

BIREUEN, INDONEWSSiswa siswi SMA Negeri 1 Kuala Desa Lhok Awe Kabupaten Bireuen berpartisipasi membersihkan SMAN 2 Peusangan Kabupaten Bireuen, hingga kini masih berada dalam situasi yang sangat memprihatinkan.

Genangan lumpur tebal menyelimuti halaman sekolah dan sejumlah ruang belajar, sisa dari banjir yang melanda beberapa hari lalu akibat curah hujan tinggi cuaca ekstrem.

Para siswa dan siswi SMAN 1 Kuala, ikut didampingi langsung oleh Kepala Sekolah Hj. Ummi Salamah yang juga turun langsung bersama membersihkan lumpur.

Keikutsertaan mereka merupakan hal memperkuat tali silahturahmi seksama peserta didik.

Jangan Apatis Terhadap Korban BencanaIslam mengajarkan bahwa seorang muslim tidak boleh hanya menjadi penonton ketika musibah menimpa saudaranya.

Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya”. (QS Al-Maidah: 02).

Sementara itu, sehari pascakejadian, Kepala Sekolah Hasballah, M.Pd, bersama para dewan guru langsung bergerak melakukan pembersihan sejak Rabu dan terus berlangsung hingga hari ini,Minggu (14/12/2025).

BACA JUGA :  Melalui Peski, SDN Sarimalaka Perkuat Iman dan Taqwa

Upaya ini tidak dilakukan sendirian. Mereka dibantu oleh para mahasiswa ISPI Banda Aceh.

Hasballah menyampaikan apresiasi yang mendalam atas bantuan yang telah diberikan. Ia juga membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin ikut serta dalam kegiatan pembersihan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada saudara-saudara yang telah menunjukkan kepedulian. Sekolah ini adalah rumah kita bersama, tempat generasi masa depan ditempa,” ujarnya dengan penuh harap.

Berdasarkan pantauan media ini, lumpur tebal masih tampak menumpuk di halaman dan beberapa ruang belajar. Jika pembersihan dilakukan secara manual, prosesnya dipastikan akan membutuhkan waktu yang sangat lama.

Karena itu, pihak sekolah sangat berharap adanya dukungan peralatan berat dari Pemerintah atau instansi terkait, agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.

“Kami memohon perhatian dan bantuan dari Pemerintah. Semoga musibah yang menimpa SMAN 2 Peusangan Bireuen mendapat respons serius demi menyelamatkan masa depan peserta didik,” tutup Hasballah.

Dalam situasi seperti ini, gotong royong dan kepedulian bersama menjadi cahaya yang menerangi duka. Harapan agar sekolah segera pulih tetap menyala, sebagai bukti bahwa pendidikan tidak boleh terhenti meski alam sedang menguji. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan