LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Puluhan siswa-siswi di Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara tampak antusias mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2022/2023. Pelaksanaan ANBK digelar di UPTD SDN 01 Karya Sakti, Rabu (26/10/2022).
Pelaksanaan ANBK ini langsung diawasi guru kelas Retno Widianing Hestiya dan Fitri Ana Sari dengan penanggung jawab kegiatan kepala SDN 01 Karya Sakti Zaliah serta beberapa tim yang telah dibentuk sebelumnya.
Perlu diketahui pelaksanaan ANBK di SDN ini dibentuk sebuah tim yang terdiri dari 8 orang yakni Kepala Sekolah Zaliah. M.Pd., penanggung jawab, Siti Maisyaroh. S.Pd., bendahara, Nur Hidayati. S.Pdi., sekretaris Ridwan Saputro. S.Pd., Proktor, Yunita. S.Pd., tim teknis, Retno Widianing Hestiya. S. Pd., dan Fitri Ana Sari. S. Pd., pengawas, Edi Suryanto. S. Pd perlengkapan.
Kepala Sekolah Zaliah mengatakan peserta yang mengikuti ANBK sebanyak 90 orang dari 3 sekolah yang ada di kecamatan Abung Surakarta yakni SDN 01 Karya Sakti 30 murid, SDN 02 Karya Sakti 30 siswa-siswi, SDN 03 Karya Sakti 30 orang.
Menurutnya dengan pelaksanaan ANBK ini dapat mengetahui perbaikan kualitas belajar mengajar yang mana perlu ditingkatkan lagi.
“Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar dan dengan adanya ANBK ini pula kita dapat mengetahui mana yang perlu ditingkatkan lagi,” kata Zaliah, saat ditemui di ruang kerjanya.
Zaliah juga menjelaskan bahwa untuk menyukseskan ANBK pihaknya telah menggelar simulasi, gladi dan disusul dengan pelaksanaan ANBK di ruang kelas yang telah disediakan.
“Simulasinya 6 hari, gladinya 3 hari dan jadwal pelaksanaan ANBKnya direncanakan 6 hari pula. Sebenarnya masing-masing sekolah 2 hari berhubung ada dua sekolah yang menumpang ANBK di sini maka pelaksanaan nya 6 hari,” terangnya.
Kepala SDN 01 Karya Sakti sebagai penanggung jawab kegiatan mengatakan proses pelaksanaan ANBK di bagi dua sesi. Hal itu dikarenakan jumlah fasilitas pendukung seperti laptop tidak mencukupi.
“Berhubung kita hanya memiliki 15 unit laptop sedangkan yang mengikuti kegiatan sebanyak 90 peserta dari 3 sekolah maka pelaksanaan ANBKnya kita bagi menjadi dua sesi,” ungkapnya.
Zaliah juga menjelaskan bahwa proses pelaksanaan ANBK saat ini terkendala dengan signal serta listrik yang sering padam.
“Kendalanya cuman di signal sih untuk saat ini, berhubung kita memakai WiFi dan WiFi ini terkoneksi dengan jaringan listrik apa bila listrik sering padam maka signal nya hilang otomatis jadi terkendala kitanya,” keluhnya.
Untuk itu dirinya berharap pada saat pelaksanaan ANBK jaringan signal terpenuhi serta tidak adanya pemadaman listrik. (Andre)




























Comments