0

Cara Mempertahankan Hidup Ditengah Badai Gelombang Perubahan Dan Cuaca yang Ekstrime

Oleh: Jonny Sirait

Matahari selalu setia memancarkan cahaya demi dan untuk kehidupan alam dan manusia. Meski sinarnya kadang ditutupi awan tebal atau kabut pekat, namun ia tak pernah bosan memberikan manfaat bagi kita semua.

Tahu kah kita tentang maknanya berjuang? Ia tidak hanya sekedar menerangi bumi, namun ia juga berjuang demi kehidupan alam ini. Setiap paginya ia bangkit dari balik bukit untuk menyinari setiap sudut.

Bahkan ketika awan merah menyembunyikannya sebentar, ia tetap ada di balik sana, menunggu saatnya untuk kembali memberi kehangatan dan kehidupan bagi segala sesuatu yang ada di bumi.

Begitu pula dengan sungai yang mengalir tanpa henti di pinggir jalan Sukahati, tidak jauh dari gerai kayu miliknya. Ia tidak hanya sekedar sebagai tempat untuk ikan berlindung atau sumber air bagi tanaman di sekitarnya.

Setiap kayu yang terbawa alirannya, ia jadikan jembatan bagi serangga kecil yang mau menyeberang. Setiap batu yang menghalangi jalannya, ia jadikan tempat bagi tanaman air untuk tumbuh dan memberi naungan.

Bahkan ketika musim kemarau membuat badannya menyusut hingga hanya menyisakan aliran tipis, ia tetap mengalir dengan tenang. Menyadari bahwa itulah waktunya bagi tanah di sekitarnya untuk bernapas dan bagi akar tanaman untuk merambah lebih dalam mencari sumber kehidupan.

Semua ini bukan kebetulan. Ini adalah rancangan indah dari Robb Pencipta yang patut kita syukuri setiap hari.

Hidupmu pun begitu, H. Nur Kholis atau yang lebih dikenal sebagai Bang Haji Bogor Raya. Kadang kamu merasa hidupmu penuh dengan hal-hal yang tidak sesuai harapan.

Sebagai seorang aktivis dan ketua kantor hukum ABRI, engkau dedikasikan sebagian besar waktumu untuk sesamamu yang membutuhkan bantuan hukum.

Mulai dari kasus kecil yang melibatkan masyarakat biasa hingga perkara yang kompleks yang membutuhkan perjuangan panjang. Sama seperti kayu yang kau potong dengan hati-hati ternyata ada cacatnya yang tidak terlihat dari luar.

BACA JUGA :  Legalisasi “Law As a Tool of Crime” di Penangkapan Wilson Lalengke

Atau cuaca ekstrem dengan hujan yang terus mengguyur dan mengganggu pekerjaanmu yang sudah kamu siapkan dengan matang selama beberapa hari.

Atau hari yang panjang namun tidak ada seorang pun pelanggan yang datang ke Gerai Berkah Jepara Ukir tempat berjualan kayu dan karya ukiranmu yang penuh kesungguhan. Kadang kamu bertanya dengan suara pelan, “Mengapa ini terjadi padaku?”

Tapi cobalah melihat dengan mata hati yang berbeda, melihat seperti bagaimana alam melihat segala sesuatu sebagai anugerah yang memiliki tujuan tersendiri.

Cacat pada kayu itu justru membuatmu bisa membuat bentuk yang lebih unik dan berkarakter. Tidak seperti produk mesin yang seragam dan tidak memiliki jiwa, karya tanganmu jadi lebih berharga karena memiliki cerita tersendiri yang bisa diraba melalui tekstur dan bentuknya.

Hujan yang mengguyur membuatmu bisa beristirahat sejenak dari kerja kerasmu di bawah panas matahari. Menikmati waktu bersama istri dan anak-anak dengan secangkir teh hangat di depan rumahmu, atau duduk di meja kerja menyusun catatan tentang hukum dan fenomena sosial yang sedang terjadi di masyarakat.

Atau masuk ke area khusus yang kamu sediakan untuk koleksimu, bermain dengan mobil-mobil jadul yang menjadi sumber inspirasi dan penyaluran hobimu.

Pesanan mebel dan karya ukiranmu yang sepi memberi kamu kesempatan untuk merapikan alat kerja yang sudah lama tidak kamu bersihkan, mengecek kondisi setiap pahat dan gergaji dengan teliti.

Atau membuat desain baru yang lebih kreatif dan bermanfaat bagi orang banyak, bahkan mengembangkan motif ukiran khas Jepara dengan sentuhan modern yang lebih relevan dengan zaman sekarang.

Bahkan membuat inovasi yang luar biasa pada koleksi mobil-mobil jadulmu yang terdiri dari Jeep CJ America tahun 1960, tiga unit Fiat Kupu-Kupu tahun 1955, 1958, dan 1960, serta Land Rover keluaran Inggris.

Tak hanya itu, kamu juga mengubah Grand Vitara tahun 2009 yang kau beli bekas menjadi mobil pick-up yang fungsional dan memiliki gaya tersendiri.

BACA JUGA :  Fenomena Purbaya dan Krisis Kejujuran Negara

“Sungguh luar biasa inovasimu kawan,” gumamku kepadanya saat melihat hasil karya yang memukau itu.

Ini adalah realita yang ada di hadapan kita semua. Tidak selalu indah seperti gambar yang kita bayangkan di benak kita, tapi selalu memiliki makna yang dalam yang perlu kita terima dengan lapang dada.

Setiap kejadian yang terjadi dalam hidupmu adalah bagian dari rencana yang lebih besar dari Robb Pencipta kita. Yang hanya bisa kita pahami jika kita mau melihatnya dengan hati yang tulus dan terbuka.

Sebagai seorang aktivis dan ketua kantor hukum ABRI, engkau bisa membantu sesama dengan memberikan akses keadilan yang layak bagi setiap orang tanpa memandang latar belakang mereka.

Bahkan ketika proses penyelesaian kasus memakan waktu lama dan melelahkan, membuatmu harus bekerja hingga larut malam atau keluar jauh dari rumah, setiap langkah yang kamu tempuh adalah bentuk kontribusi bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Mensyukuri bukan hanya kata-kata kosong yang kita ucapkan saat makan atau sebelum tidur. Ia adalah sikap hidup yang harus kamu tanamkan dalam setiap detik.

Ia adalah ketika kamu menerima bahwa hidup tidak selalu sesuai keinginanmu, tapi tetap menemukan kebaikan di setiap detilnya. Bahkan di hal-hal yang dulu kamu anggap sebagai masalah atau beban yang berat.

Rasakan tekstur kayu kasar yang kau gosok dengan hati-hati setiap paginya. Itu adalah bukti bahwa kamu bekerja dengan tanganmu sendiri, mencurahkan energi dan perhatian untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi orang lain.

Nikmati secangkir kopi hangat di pagi hari sambil melihat orang-orang lewat di jalan raya Sukahati yang sudah kamu kenal selama bertahun-tahun. Itu adalah tanda bahwa kamu bagian dari kehidupan yang lebih besar, saling berkaitan dan memberi makna bagi satu sama lain.

Syukuri setiap sakit dan capek yang kamu rasakan setelah bekerja dari pagi hingga malam. Itu adalah bukti bahwa kamu telah berusaha sebaik mungkin, dan tubuhmu mengingatkanmu untuk merawat dirimu sebagai anugerah yang tidak ternilai harganya yang harus kamu jaga dengan baik.

BACA JUGA :  BaraJP Tetap Membara Bagi Negeri

Jangan berlari dari kenyataan dan apapun yang terjadi di hadapanmu. Jangan menghabiskan waktu untuk menyalahkan nasib atau menginginkan hidup yang lain yang kamu anggap lebih mudah.

Terimakan saja seperti sungai yang menerima setiap bentuk dan kondisi di jalannya dengan lapang dada. Seperti matahari yang tetap bersinar walau ada awan yang menghalanginya dengan penuh kesabaran.

Karena ketika kamu bisa menerima realita dengan tulus, dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah bagian dari kasih sayang Robb Pencipta yang tidak pernah salah, hati akan menemukan kedamaian yang sesungguhnya yang tidak bisa kamu temukan di mana pun.

Suasana di sekitarmu akan menjadi lebih hangat dan penuh kedamaian. Orang-orang di sekitarmu akan merasakan kedamaian yang kamu punya dan ikut terinspirasi oleh sikapmu.

Dan setiap langkah yang kamu ambil akan lebih penuh makna dan tujuan yang jelas.

Seperti sungai yang tidak pernah mengeluh tentang apa yang ada di jalannya. Seperti matahari yang tidak pernah lelah memberi manfaat bagi semua makhluk hidup.

Jadilah manusia yang menerima dengan lapang dada dan bersyukur dengan tulus atas segala sesuatu yang ada dalam hidupmu. Karena itulah kunci untuk hidup yang damai, penuh makna, dan menjadi wujud nyata dari rasa terima kasih kita kepada Robb Pencipta yang telah memberikan segala sesuatu untuk kita.

Semoga cerita kehidupan si tukang kayu ini bisa menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menghadapi badai perubahan zaman dan cuaca ekstrem yang sering terjadi di sekitar kita saat ini.

Semoga kita semua bisa belajar untuk melihat setiap tantangan sebagai anugerah dan setiap kesulitan sebagai batu loncatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat. ***

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Opini