0

BEKASI, INDONEWS | Ketua Umum Komite Pemuda Peduli Pembangunan  Desa (KP3D), Parulian Hutahaean turut menyoroti dugaan anggaran dana desa (ADD) yang kerap diselewengkan oknum.

“Seperti di Desa Muktiwari, Kabupaten Bekasi, warga berhak menanyakan ke mana dana desa digunakan kepala desa selama menjabat. Apa saja yang sudah dikerjakan. Kita harus membuka mata bahwa pembangunan di desa kita ini minim, nyaris tak terlihat, serta kinerja para perangkat desa kurang bagus,” ujar pria yang akrab dipanggil Bung RD itu.

Maka dari itu, dirinya meminta aparatur Desa Muktiwari tidak “bermain api” dengan ADD, sebab pihaknya berjanji akan mengawal dana pemerintah pusat untuk kepentingan masyarakat.

“Kami punya slogan, yaitu Kritis, Tegas, Berani. Kami akan menginvestigasi dugaan penyelewengan ADD yang sering diselewengkan. Jangan sampai masyarakat dirugikan, pengerjaannya asal-asalan saja,” ujarnya.

Bung RD mengaku memiliki untuk membenahi atau mengevaluasi kinerja aparatur desa.

“Kami berkeinginan membentuk satu lembaga yang bertujuan untuk mengawal pembangunan desa, dengan merekrut para pemuda atau karang taruna yang mempunyai jiwa pejuang dan peduli akan kemajuan desanya. Tentu saja dana desa juga akan menjadi perhatian khusus agar tidak diselewengkan,” terang Bung RD 75, yang Ketua Umum Masyarakat Peduli Anti Narkoba (MAPAN) Indonesia. (Supri)

BACA JUGA :  Multifungsi, Kades Tugu Utara Sebut Maskara Mobil Transformers

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Wajah Desa