0

JAKARTA, INDONEWS – Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay buka pendapat atas isu keretakan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2029.

Dalam sebuah podcast bersama Mitra Indonesia, Willem blak-blakan ketika ditanya masa depan Gibran dan Prabowo sepertinya akan berpisah di pemilu 2029.

Menurut Willem, pertanyaan itu bisa dikatakan berat, bisa juga dikatakan tidak. Sebab dirinya mengaku pernah menanyakannya secara langsung kepada Wapres Gibran soal “perpisahan Gibran-Prabowo” di Pilpres 2029 mendatang.

“Tahun 2026 ini, saya bersama pengurus BaraJP bertemu langsung dengan Mas Gibran di kantor Wakil Presiden. Kita mendengar dari mulut wapres langsung bahwa komunikasinya dengan Presiden Prabowo baik-baik saja,” kata Willem, Rabu (23/9).

Kepada Gibran, Willem juga menyampaikan narasi lain bahwa wapres ditugaskan khusus menangani Papua dan harus bekerja sesuai petunjuk istana sehingga terkesan wapres diatur.

“Ya memang, bahkan sering kali sebagai wapres beliau diperintahkan untuk melaksanakan tugas-tugas manakala Presiden itu tidak bisa. Misalnya turun ke daerah dan lain-lain,” katanya.

“Artinya, saya menanyakan ini karena ada juga rasa ketidakpuasan dari berbagai elemen lain manakala ada berita media dan lain-lain, seolah-olah wapres dan presiden itu tidak ada hubungan harmonis. Jadi saya juga ikut menanyakan,” tambah pria kelahiran Papua itu.

Namun demikian, Willem menegaskan jika Wapres Gibran tetap mematuhi tugas negara yang diberikan oleh presiden atau membantu presiden sebagaimana mestinya.

“Kemudian kedua, Mas Gibran sering bertemu dengan presiden untuk menanyakan tugas untuknya, bahkan Presiden juga menyampaikan langsung, menelepon dan meminta wapres hadir atau datang untuk sebuah penugasan. Jadi dari pertemuan itu, malah bisa dikatakan hubungan mereka baik, enggak ada apa-apa,” ujar Willem.

BACA JUGA :  Ketum Organisasi Taksi Online Sebut ERP Membawa Sengsara

Willem juga blak-blakan bahwa Gibran pernah meminta dirinya dan organ Bara JP untuk mendukung dua periode.

“Tetapi hari ini kan belum ada lagi arahan. Kita juga belum mendengar dari mulut mas wapres kalau beliau tidak puas. Saya ambil contoh, ketika ada isu keretakan hubungan antara pak Jusuf Kalla dengan Pak Jokowi, justru mas wapres mengatakan, ‘Itu (Jusuf Kalla, red) guru saya,” katanya.

“Sama halnya ketika ada isu keretakan antara bu Megawati dengan pak Jokowi, mas wapres bilang, ‘Itu guru saya’. Anies Baswedan pun gurunya mas wapres. Artinya pernyataan-pernyataan wapres ini menurut saya menunjukan seorang anak muda yang punya sikap,” tambah Willem.

Oleh sebab itu, Willem menilai selama ini Wapres Gibran telah menunjukan jati diri sebagai cooling system atau menyejukkan dinamika politik.

“Maka kalau hari ini bicara hubungan antara pak Prabowo dan Mas Gibran selaku Wapres, saya meyakini apa yang disampaikan wapres itu benar, tidak ada apa-apa,” katanya

Kemukinan Gibran Maju di Pilpres 2029

Sementara menyikapi apakah Giran Rakabuming siap maju sendiri di pancapresan 2029, Willem mengaku tidak bisa memastikan karena hingga kini agenda-agenda politi masih berjalan.

“Pemilu 2024, agendanya berjalan sampai di titik kulminasi baru, kita tahu siapa wapresnya pak Prabowo. Nah, saya kira kondisi ini pun sama. Saya enggak bisa mengatakan Mas Gibran itu akan maju sendiri, saya belum bisa mengatakan. Karena hari ini pak Prabowo dan mas Gibran masih sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” paparnya.

Demikian juga ketika ditanya kemungkinan Prabowo-Gibran kembali berduet di Pemilu 2029, Willem sangat yakini bahwa Prabowo dan Mas Gibran akan menyelesaikan periode pemerintahan sampai 2029.

BACA JUGA :  Bara JP Dukung Langkah Jokowi Cabut Izin Minerbadan HGU Terlantar

“Dan apakah mas Gibran maju sebagai presiden atau tidak, itu tergantung sepenuhnya daripada kandidat presiden berikut. Misalnya Pak Prabowo mau maju, kalau menggandeng Mas Gibran, berarti agenda dua periode itu akan berjalan,” ucap Willem.

BaraJP Patuh Perintah Jokowi

Sebagai ketua umum, Willem juga menegaskan bahwa Bara JP tetap akan mengacu kepada sikap politik Jokowi.

“Saya waktu itu sebagai kandidat Ketua Umum Bara JP di sebelum Kongres Luar Biasa Bara JP tahun 2025 bulan Juni, amanatnya pak Jokowi kepada saya, ya dua periode. Makanya setelah saya terpilih jadi Ketua Umum, saya gelar spanduk satu Indonesia di kota-kota besar: Prabowo-Gibran Dua Periode,” kata Willem.

Lantas, imbuh dia, kini muncul isu-isu yang mulai meramaikan dinamika politik dan perkembangannya.

“Banyak pihak yang kemudian berkata, ‘Kan masih pagi’. Ada yang bilang, ‘Biarkan dulu mereka bekerja’. Tapi ada juga yang kebakaran jenggot sudah muncul sebagai petarung. Jadi bagi saya, apa kata pembina Bara JP (Jokowi) pasti saya akan ikuti,” tegas Willem.

Willem Frans Ansanay juga tidak menampik adanya segelintir orang maupun kelompok yang sengaja ‘menggoreng’ isu keretakan Prabowo-Gibran.

“Iya dong, ada pemain itu. Kita kan bisa lihatlah, misalnya apa sih kepentingannya orang mempersoalkan ijazah pak Jokowi? Urgensinya di mana? Kenapa tidak mempersoalkan ijazahnya pak Prabowo, presiden? Yang kedua, kenapa waktu jadi wali kota tidak dipersoalkan? Jadi Gubernur DKI tidak dipersoalkan? Jadi Presiden dua periode tidak dipersoalkan, kok setelah jadi rakyat biasa dipersoalkan?” papar Willem, setengah bertanya.

Demikian pula ketika ditanya apakah ada orang tertentu yang ingin menggantikan Gibran sebagai Wakil Presiden” Willem Frans Ansanay dengan tegas menjawab pasti ada.

BACA JUGA :  Anggota DPD RI Minta KPI Beri Sanksi Tegas Stasiun TV Kampanyekan LGBT

“Nah sekarang masuk ijazah mas Gibran. Jadi ini skenario besar ada. Skenario ini, mereka sebetulnya ingin menggulingkan Prabowo Subianto sebagai Presiden. Jadi bukan bidikannya kepada pak Jokowi dan Mas Gibran sebagai target, tapi itu hanya target antara,” kata Willem.

Skenario Besar

Secara gamblang, Willem Frans Ansanay meyakini, dibalik sejumlah rentetan ‘serangan’ terhadap Jokowi dan Gibran, terdapat sebuah skenario besar untuk membuat keretakan.

“Mas Gibran sudah paham akan hal itu, bahwa ada agenda terselubung. Kalau tidak ada agenda terselubung, ngapain persoalkan ijazah-ijazah itu? Dan akhirnya kedua orang ini, baik pak Jokowi atau mas Gibran, itu tidak terpancing masuk dalam,” cetus Willem.

Ketika kembali ditanya apakah apakah Prabowo-Gibran akan berlanjut dua periode, Willem dengan santai menjawab; ending point-nya di Pemilu 2029.

“Apakah Mas Gibran maju sendiri dan akan berhadapan dengan kandidat yang lain, hari ini ada keputusan Mahkamah Konstitusi membolehkan partai-partai yang lolos verifikasi faktual untuk bisa mengajukan kandidatnya. Tapi perhitungan saya kandidatnya enggak banyak, orang-orangnya ya itu. Kalau enggak Prabowo Subianto, Mas Gibran, ada Mas Anies, ada kandidat PDIP, ada kandidat Demokrat,” katanya.

Jika terjadi kolaborasi dan kemudian semua kolaborasi itu akan menghasilkan kandidat terbaik akan maju, tambah Willem, maka pemetaannya bisa terjadi empat kandidat atau kemudian mengkerucut menjadi tiga kandidat, berarti pengulangan Pemilu 2029.

“Tapi apakah Mas Gibran akan maju, saya masih menunggu kepastiannya dari Presiden Prabowo. Jika Prabowo maju sendiri, ya tidak menutup kemungkinan Mas Gibran akan maju. Tapi sebagai relawan dan arahan pak Jokowi kepada saya dua periode, saya berharap Presiden Prabowo tetap menggandeng Mas Gibran,” tandasnya. (rdk)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline