0

BIREUEN, INDONEWSSebagai wujud komitmen negara dalam menghadirkan keadilan dan kepastian bagi masyarakat, Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen melaksanakan rapat koordinasi strategis bersama Dinas Pertanahan Aceh terkait penyediaan lahan hunian pascabanjir.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen pada Senin (12/1/2026).

Rapat koordinasi tersebut difokuskan pada pembahasan penyediaan lahan untuk Hunian Tetap (Huntap) dan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat Kabupaten Bireuen yang terdampak bencana banjir akibat tingginya curah hujan pada bulan Desember 2026.

Bencana alam yang melanda sejumlah kecamatan tersebut mengakibatkan genangan di kawasan permukiman serta kerusakan rumah warga, sehingga menuntut penanganan pascabencana yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam suasana penuh semangat kolaborasi, para pemangku kepentingan membahas kondisi eksisting lahan di Kabupaten Bireuen, status penguasaan dan penggunaan tanah, serta langkah-langkah teknis pertanahan yang diperlukan guna mendukung percepatan pembangunan Huntara dan Huntap.

Penanganan yang matang dan terencana dipandang penting agar hunian yang dibangun tidak hanya layak secara fisik, tetapi juga memiliki kepastian hukum yang kuat demi melindungi hak-hak masyarakat di masa mendatang.

BACA JUGA :  Pasca ASN Undur Diri, 16 Organisasi Profesi Nyatakan Mosi Tidak Percaya

Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen mengambil peran aktif dalam rapat tersebut dengan memberikan dukungan teknis pertanahan, meliputi verifikasi dan validasi data, pendampingan proses penyediaan lahan, serta memastikan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini sejalan dengan prinsip bahwa tanah bukan sekadar ruang, melainkan fondasi kehidupan dan masa depan masyarakat.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, diharapkan terbangun sinergi yang kokoh antara Kantor Pertanahan Kabupaten Bireuen, Dinas Pertanahan Aceh, serta instansi terkait lainnya dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Lebih dari itu, upaya bersama ini menjadi cerminan nilai kebijaksanaan bahwa dalam setiap musibah, kehadiran negara dan kerja sama antarlembaga adalah kunci untuk mengembalikan harapan, menata kembali kehidupan, dan memastikan masyarakat dapat bangkit dengan rasa aman dan bermartabat. (Hendra)

You may also like

Comments

Comments are closed.