BIREUEN, INDONEWS — Atas permintaan dan harapan masyarakat terdampak bencana, Pemerintah Kabupaten Bireuen secara resmi memulai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban banjir dan tanah longsor melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar di Desa Balee Panah, Kecamatan Juli.
Momentum ini menjadi tonggak awal dimulainya fase pemulihan fisik dan sosial bagi ribuan kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang terjadi pada November 2025 lalu.
Pembangunan Huntap tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bireuen sebagai wujud kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat pasca bencana.
Sebanyak 3.692 unit hunian tetap direncanakan akan dibangun secara bertahap. Hunian ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlindung, tetapi juga menjadi ruang baru bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan yang sempat terhenti akibat musibah.
Bupati Bireuen dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan Huntap bukan sekadar proyek fisik, melainkan upaya memulihkan harapan dan martabat warga yang terdampak.
“Hari ini kita memulai babak baru. Pemerintah berkomitmen memastikan para korban banjir yang kehilangan rumah akan mendapatkan hunian tetap yang layak untuk memulai kehidupan baru pasca bencana. Kami berharap proses pembangunan ini berjalan lancar agar warga dapat segera menempatinya, terlebih kita akan memasuki Bulan Suci Ramadhan. Kita harus mengambil langkah yang bijak agar masyarakat dapat menjalani Ramadhan dengan aman, nyaman, dan penuh ketenangan,” ujar bupati.
Lebih lanjut, Bupati Bireuen menegaskan bahwa peletakan batu pertama Huntap ini merupakan yang pertama di Provinsi Aceh pasca bencana, sekaligus menjadi bukti keseriusan dan kecepatan respons Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani dampak bencana secara berkelanjutan.
“Peletakan batu pertama Huntap hari ini adalah yang perdana di Aceh pasca bencana. Ini menunjukkan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Tenaga Ahli BNPB, Brigjen TNI (Purn) Yannamora, yang menyampaikan harapannya agar pembangunan hunian dapat diselesaikan tepat waktu, dengan target rampung pada Bulan Puasa tahun 2026, sehingga masyarakat dapat segera menempati rumah barunya.
Sambil menunggu proses pembangunan selesai, Pemerintah Pusat juga memberikan perhatian melalui Dana Tunggu Hunian (DTH). Kepala BNPB menyampaikan bahwa setiap kepala keluarga terdampak akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 per bulan, dan pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan bantuan untuk tiga bulan pertama secara simbolis.
Peletakan batu pertama ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Bireuen, para tokoh masyarakat, serta instansi terkait, yang bersama-sama menyaksikan dimulainya langkah besar pemulihan pasca bencana.
Sebagaimana pepatah bijak mengatakan, “Bencana boleh merobohkan rumah, tetapi kebersamaan dan kepedulian akan membangun kembali kehidupan.”
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Huntap ini menjadi awal lahirnya harapan baru dan masa depan yang lebih baik bagi warga Bireuen yang terdampak bencana. (Hendra)





























Comments