0

BOGOR, INDONEWS – Adanya riak-riak penolakan pembangunan Pasar Rakyat di Griya Bukit Jaya, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Jawa Barat yang sempat mencuat, Camat Gunung Putri dan Kepala Desa Tlajung Udik nyatakan sudah clear.

“Alhamdulillah sudah clear dan sudah selesai, sudah tidak ada masalah,” kata Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim kepada wartawan Media-Indonews.com, Selasa (21/11/2023).

Menurutnya, munculnya penolakan tersebut karena warga khawatir terjadi kesemrawutan yang disebabkan pedagang, dan juga khawatir menimbulkan bau serta mampetnya saluran air sehingga membuat warga sekitar susah.

“Tadinya warga khawatir dengan adanya pasar tersebut berdampak negatif pada warga perumahan sekitar pembangunan pasar,” ucapnya, Selasa.

Yusuf mengatakan bahwa setelah dilakukan mediasi sekaligus diberikan pemahaman kepada warga akhirnya paham dan menerima.

“Warga sudah menerima juga paham, dan pembangunan saat ini sudah berjalan,” katanya.

Sementara Camat Gunung Putri, Kurnia Indra senada dengan Kepala Desa Tlajung Udik mengatakan bahwa permasalahan tersebut sudah selesai dan masalah tersebut sudah lama.

BACA JUGA :  Diduga Bocor, Razia Satpol PP Kabupaten Bogor di 3 Lokasi tak Berbuah Hasil

“Sudah clear dan selesai, sudah lama selesainya dan tidak ada masalah,” tegasnya.

Untuk diketahui bahwa anggaran pembangunan Pasar Rakyat di Desa Tlajung Udik tersebut mengunakan APBD tahun 2023.

“Sudah diturunkan sebesar Rp10 miliar dan Rp10 miliar lagi akan diturunkan tahun berikutnya dengan total anggaran Rp20 miliar  yang direncanakan akan dibangun dua lantai dengan konsep Pasar Rakyat modern atau semi mall. (Firm)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Bogor