0

BOGOR, INDONEWS – Pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) sejatinya memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi emas bangsa.

Layanan pendidikan bermutu saat anak berusia emas (golden age) penting menjadi perhatian semua pihak. Apalagi pemerintah sedang merancang bangun generasi emas 2045.

Demikian disampaikan tigas Penilik PNF Kecamatan Rumpin, U. Koswar S.Pd.,  Edi  Prihartono S.Pd., M.M., dan Asep Suhara S.Pd. M.Pd.

“Jika penjaminan mutu pendidikan PAUD dan PNF dilakukan secara berkelanjutan, maka pasti akan memberi konstribusi bagi capaian generasi emas saat memasuki abad XXI,” katanya, dalam sebuah pertemuan, Kamis (6/1/2022).

Dijelaskan, pada abad XXI itulah generasi bangsa harus memiliki empat kompetensi (4C), yakni berpikir kritis (critical thinking), komunikatif (communicative), kreatif (creative), dan kolaboratif (collaborative).

U. Koswar mengatakan, Kecamatan Rumpin masuk pada korwul 6 yang terdiri dari 8 kecamatan, yaitu Ciseeng, Rumpin, Parungpanjang, Tajurhalang, Gunung Sindur, Kemang, Rancabungur dan Parung

“Saat ini kami dengan ketua korwil menggagas untuk menyusun progran kerja 1 sampai 12. Kami mempunyai prinsip ‘Bersatu kita maju, bersama kita bisa’. Untuk menyatukan bagian utara, tengah dan selatan, tujuannya agar PAUD yang ada di semua wilayah korwil 6 bisa terlihat dan terlayani,” ujarnya.

BACA JUGA :  Aliansi Mahasiswa Unjuk Rasa di Dinas Pendidikan Kota Bekasi Terkait Dugaan Korupsi

Ia menjelaskan, rapat korwil dilaksanakan sebulan sekali, dan per triwulan. Rapat ini untuk mengevaluasi kinerja.

Hal sama disampaikan Penilik PNF Kecamatan Rumpin, Edi Prihartono S.Pd., M.M. Menurutnya,  dunia PAUD merupakan hal baru baginya. Sebab, Edi berangkat dari kepala SD.

“Bahwa di PAUD kegiatannya sangat berbeda, terumata dari segi pembelajarannya, dan batasan usia PAUD perlu pendidik yang mempunyai keahlian khusus. Karena PAUD justru dasar pembentukan karakter anak, bukan berarti merendahkan yang sudah berjuang, tetapi butuh pendidikan yang sesuai,” ujar Edi.

Kaitan itu, Edi berharap insentif guru PAUD merata, karena dilihat dari masa kerja, jenjang lamanya mengajar masih belum seauai.

“Kenapa? Kekurangan kami apa? Itu Keluhan dari bawah. Padahal dasar pertimbangan di dapodik masa kerja 2 tahun 10 hari sudah sesuai, tapi belum dapat insentif. Jadi ini harus dibenahi lagi,” jelasnya.

Sekedar informasi, jumlah PAUD di Kecamatan Rumpin ada sebanyak 64, PKBM 5 dan TK 4. (Cici)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Pendidikan