0

BOGOR, INDONEWS – Dekan Fisipol Al Muslim Bireun, Rahmat mengatakan, sosok yang akan mengisi Pj. Gubernur Aceh, sebaiknya orang Aceh.

“Kriteria yang dibutuhkan adalah mereka yg memahami karakter orang Aceh dan memahami tentang kekhususan Aceh. Pj Gubernur harus mampu bersinergi dengan legeslatis dan seluruh komponen pemerintahan di Aceh,” terang Rahmat, yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsAppnya, Senin (24/1/2022).

Dari sekian banyak calon, Rahmat mencontohkan putra daerah Aceh, yakni Dr. Indra dan Dr. Adli Abdullah.

“Saya rasa cocok untuk kedua nama tersebut, karena keduanya memenuhi beberapa kriteria yang saya sebutkan. Dr. Indra merupakan salah satu putra Aceh yang saya rasa memahami kondisi Aceh saat ini dan beliau mempunyai hubungan baik dengan pemerintah pusat. Yang kedua, Dr. Adli Abdullah. Beliau juga sangat layak, sebelum menjadi staf khusus Menteri ATR/BPN beliau sangat sering terlibat dalam kegiatan sosial pasca Tsunami di Aceh dan sering menulis artikel ilmiahnya tentang perkembangan Aceh,” ungkap Rahmat.

Menurutnya, pengalaman yang dimiliki Dr. M. Adli Abdullah sangat layak sebagai modal untuk menduduki Pj. Gubernur Aceh. Kontribusi yang Adli hasilkan selama ini dinilainnya sangat membantu masyarakat Aceh.

BACA JUGA :  Banjir Rendam 10 Kecamatan dan 47 Desa di Bireuen, Ini Daftarnya

“Secara umum saya rasa beliau sangat memahami karakter orang Aceh. Perlu diingat, Pj Gubernur ini harus menjadi penyeimbang antara pemerintah pusat dangan segala komponen beserta masyarakat Aceh,” ujar dia.

Rahmat juga membeberkan, keduanya memiliki kelebihan, secara hubungan dengan pemerintah pusat. Dimana Dr. Indra kuat karena hari ini beliau juga dipercayakan sebagai Setjen DPR RI. Sedangkan  Dr. M. Adli Abdullah memiliki kedua-duanya.

“Dr. Adli Abduilah selain memiliki hubungan baik dengan hampir semua komponen di Aceh, beliau juga memiliki hubungan baik dengan pusat. Apalagi hari ini beliau menjadi salah satu staf khusus Menteri ATR/BPN,” ungkapnya.

Kendati demikian, keputusan siapa yang akan menjabat Pj. Gubernur Aceh tetap berada di tangan Presiden Jokowi.

“Harapan saya bagi siapapun nanti yang menjadi Pj Gubernur harus mampu bersinergi dengan semua komponen dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Aceh. Kemudian Aceh membutuhkan pemimpin yang bisa menjadi contoh dan mengayomi masyarakat Aceh. Karena masyarakat Aceh sudah cukup lelah ketika menghadapi konflik dimasa lampau,” beber Rahmat.

BACA JUGA :  Dedy Supriyadi: ASN Diharapkan Miliki Sense Of Crisis

“Semoga Bapak Presiden dapat dengan bijak untuk menentukan siapa nantinya yang layak untuk menjadi Pj Gubernur. Kita memahami kewenangan yang sepenuhnya ada di Presiden,” pungkasnya. (di)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Headline