0

LAMPUNG UTARA, INDONEWS – Viralnya sebuah video seorang perempuan muda yang menyebut dirinya kesal dan kecapean saat menghadiri pesta pernikahan temannya dikarenakan acara berlangsung di pelosok, rupanya pernyataan itu berbuntut panjang, Minggu (7/1/2024).

Celotehan perempuan dalam video tersebut rupanya membuat sebagian masyarakat Desa Surakarta tersinggung.

Masyarakat menganggap perempuan itu telah melakukan penghinaan terhadap kampung halaman mereka.

Untuk itu, Ketua Umum IKS, Edi Santoni mengaku akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan sang perempuan pada aparat penegak hukum.

Edi mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum IKS, Ali Akiram terkait dengan langkahnya itu.

“Tadi melalui sambungan telepon saya sudah berkoordinasi dengan Kuasa Hukum IKS yaitu bapak Ali Akiram S. H., M. H. Cla terkait dengan langkah yang akan kami tempuh. Alhamdulillah beliau mendukung sepenuhnya,” terang Edi Santoni.

Ed menjelaskan tujuan melaporkan sosok perempuan tersebut ke aparat penegak hukum, hanya semata mata untuk meredam emosi masyarakat serta memberikan efek jera.

BACA JUGA :  Tempat Gas Oplosan di Jati Mekar Digrebek Polisi, Ratusan Tabung Gas Disita

“Tidak ada unsur lain apa yang kami lakukan, tujuannya hanya satu, yaitu untuk membuat efek jera. Kalau ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan hal serupa bisa terjadi dengan pelaku berbeda dan tempat berbeda,” tuturnya.

Edi menyampaikan, dirinya akan tetap membuat laporan meski pihak pelaku maupun keluarga besar sudah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tertulis dengan masyarakat dan kepala desa.

“Tidak mengurangi rasa hormat kami terhadap kepala desa dan masyarakat, kami tetap akan melaporkannya, walaupun mereka telah meminta maaf,” jelasnya.

Edi mengatakan, memaafkan seseorang itu hal yang sangat wajib, namun bukan berarti dapat menghilangkan proses hukum yang berlaku di suatu negara. Edi , melanjutkan karena setiap manusia yang hidup di negara hukum mempunyai hak yang sama di mata hukum.

“Dengan desa silahkan mereka damai, tapi dengan Ikatan Keluarga Surakarta kami anggap belum, karena kami tergabung dalam sebuah paguyuban yang anggotanya terdiri dari warga Surakarta yang berada di ratau orang. Ini kami lakukan agar orang lain tidak melakukan hal sama dan kami tegaskan siapa pun enggak boleh menghina desa tercinta Surakarta,” pungkasnya.

BACA JUGA :  Polres Indramayu Berhasil Ringkus 33 Tersangka Kasus Narkoba

Berikut isi cuplikan narasi berbentuk video yang sempat viral di sosial media dan dianggap telah melakukan penghinaan di sebuah kampung yang ada di Kabupaten Lampung Utara.

“Halo kita ini pesta tapi kampungan loh di kampung.”

Kemudian ditimpali temannya dengan kata “idih.”

Sembari mereka tertawa dan dilanjutkan dengan celetukan menyebut temen yang lain “Yun ngutuk utuk (cemberut) niku na (Kamu ini) pesta dikampung.”

Kemudian dilanjutkan dengan menyebut teman yang lain seraya bertanya

“Dina masih bisa senyum gax? Bisa.”

Dalam video ini juga terdengar suara perempuan yang mengeluh adiknya sampai kebelet buang air besar

“Adek saya sampai kebelet mising (Kebelet BAB).” yang disambut dengan celotehan “iya dunia ini jauh bener, Tika ini nyusahin nikah di pelosok bangsat.” (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Hukum