0

TULANG BAWANG BARAT, INDONEWS – Fasilitas pinjaman atau akad kredit di PT. Bank Lampung, KCP Dayamurni Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulangbawang Barat terindikasi merugikan nasabah.

Pasalnya, Siti Aisyah warga Kalicinta Kabupaten Lampung Utara, bulan Desember tahun 2019 mengajukan akad kredit atau pinjaman sejumlah Rp 30 juta dalam jangka waktu 4 tahun, yang kemudian akan diangsur melalui dana pensiun suaminya.

Namun dalam perjalanannya, pada saat Siti Aisyah menanyakan beberapa bulan lagi angsuran kepada pihak bank Lampung, ternyata dia memiliki hutang Rp71 juta dengan masa cicilan kredit hingga tahun 2031, dan memiliki kewajiban membayar angsuran Rp1.200.000 setiap bulan. Hal tersebut dikeluhkan, Siti Aisyah merasa tertipu.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Cabang Bank Lampung, diwakili Febriyan Arinance operasional Bank Lampung Cabang Dayamurni, pihaknya membenarkan Siti Aisyah memiliki utang sejumlah Rp71 juta yang kewajibannya angsuranya hingga tahun 2031.

“Benar Siti Aisyah merupakan salah satu nasabah kami yang memiliki utang kredit taspen sejumlah Rp71 juta,” jelasnya, kepada sejumlah wartawan, beberapa hari lalu.

BACA JUGA :  PD Inaker Babel Apresiasi 3 Calon Pengganti Pj. Gubernur Babel

Sementara, Siti Aisyah nasabah yang diklaim oleh pihak Bank Lampung memiliki utang Rp71 juta merasa tidak memiliki utang dengan jumlah yang disebutkan, karena saat itu tahun 2019 ia hanya menerima uang sejumlah Rp27 juta yang diantar oleh oknum pihak bank Lampung di rumahnya, di Kali Cinta Lampung Utara.

Dengan adanya permasalahan tersebut, Kepala Cabang Bank Lampung KCP Dayamurni mengatakan bahwa pihaknya akan menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Namun hingga berita ini dirilis, belum ada titik terang penyelesaian yang dilakukan pihak Bank Lampung terhadap nasabahnya itu. (Andre)

You may also like

Comments

Comments are closed.